RADAR BLAMBANGAN.COM | JAKARTA — Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Rugiarto SH, MH atau yang dikenal dengan Agus Flores, melontarkan kritik keras terhadap kinerja sejumlah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) di jajaran Polda yang dinilai lemah dalam menindak tambang ilegal dan pembalakan liar.
Menurut Agus Flores, penunjukan Dirkrimsus bukanlah posisi simbolik atau ajang pencitraan, melainkan tugas strategis untuk mengawal langsung program Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri dalam penegakan hukum sektor pertambangan dan kehutanan.
“Dirkrimsus itu bukan jabatan gaya-gayaan. Itu posisi tempur. Kalau tidak mampu, masih banyak Kombes berprestasi yang siap menggantikan,” tegas Agus Flores, Rabu, (04/02/2026).
Ia menegaskan, jangan setiap persoalan tambang ilegal dan illegal logging selalu dibebankan kepada Kapolda dan Kapolri, sementara pejabat teknis di lapangan justru abai menjalankan fungsi penegakan hukum.
“Ketika masyarakat menemukan tambang ilegal, yang disemprot publik itu Kapolri dan Kapolda. Padahal yang tidak bekerja maksimal adalah Dirkrimsus,” katanya.
Agus Flores bahkan secara terbuka meminta para Kapolda berani dan jujur memberikan rekomendasi kepada Kapolri untuk mengganti Dirkrimsus yang gagal menjalankan tugas. Menurutnya, hal ini menyangkut harga diri institusi Polri di hadapan Presiden Prabowo.
“Ini bukan soal ego jabatan. Ini soal martabat Polri di mata Presiden. Kalau program penegakan hukum lemah, Presiden tentu kecewa,” ujarnya.
Ia mengingatkan, dukungan kepada Presiden tidak cukup hanya dengan narasi viral dan slogan loyalitas, tetapi harus dibuktikan melalui aksi nyata penegakan hukum yang tegas, konsisten, dan tanpa kompromi di sektor pertambangan dan kehutanan.
“Jangan cuma rajin memviralkan dukungan Polri di bawah Presiden, tapi penegakan hukum di lapangan tumpul. Itu kontradiktif,” sentilnya tajam.
Agus Flores menegaskan, di era pemerintahan Presiden Prabowo, Polri dituntut memberikan yang terbaik, terutama dalam memberantas kejahatan sumber daya alam yang merugikan negara dan merusak lingkungan.
“Polri sekarang harus tampil total. Bekerja nyata, bukan sekadar retorika. Presiden harus bangga, bukan dipermalukan,” pungkasnya.
Salam hormat,
Agus Rugiarto SH, MH
Agus Flores
Ketua Umum Fast Respon Counter Polri
