RADAR BLAMBANGAN.COM, | Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo menyiapkan langkah strategis untuk mengurai potensi kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Salah satunya dengan mengusulkan pengoperasian kapal perintis melalui Pelabuhan Panarukan.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan, pihaknya akan segera berkirim surat kepada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur guna meminta izin operasional kapal perintis di Pelabuhan Panarukan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026.
“Dalam waktu dekat kami akan berkirim surat ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur agar kapal perintis bisa beroperasi melalui Pelabuhan Panarukan. Harapannya, arus mudik tidak hanya terpusat di Pelabuhan Jangkar,” kata Rio usai rapat koordinasi persiapan arus mudik Lebaran di Pendopo Kabupaten Situbondo, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, pengoperasian jalur alternatif melalui Pelabuhan Panarukan dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi terjadi pada masa mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Selama ini, aktivitas penyeberangan menuju wilayah kepulauan banyak bertumpu di Pelabuhan Jangkar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan penumpang apabila tidak diimbangi dengan jalur alternatif.
Berdasarkan perkiraan pemerintah daerah, jumlah warga dari wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Jangkar selama periode mudik Lebaran diprediksi mencapai sekitar 30 ribu orang.
Karena itu, Pemkab Situbondo berharap kehadiran kapal perintis melalui Pelabuhan Panarukan dapat menjadi solusi untuk mendistribusikan arus penumpang, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke wilayah kepulauan.***
