RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta — Atas perintah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan penugasan kemanusiaan dengan mengerahkan personel dan bantuan logistik ke wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Barat, Aceh, dan Medan, pada hari ini.
Dalam penugasan tersebut, Polri mengerahkan 5 personel untuk mengawal dan mendistribusikan 25 unit kendaraan bantuan dari Korlantas Polri. Bantuan kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung mobilitas serta pelayanan kepolisian di wilayah terdampak bencana. Adapun pembagiannya dilakukan secara proporsional, dengan 9 unit kendaraan dialokasikan ke Sumatera Barat, sementara sisanya disalurkan ke Aceh dan Medan sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain kendaraan operasional, Polri juga menyalurkan 1.500 paket bantuan logistik yang dibawa langsung oleh personel dari pusat. Dalam misi kemanusiaan ini, turut dibawa bantuan titipan dari masyarakat, khususnya warga Minang, berupa makanan siap saji, termasuk rendang, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama saudara yang terdampak bencana.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri menegaskan bahwa penugasan kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat serta pelaksanaan perintah pimpinan.
“Penugasan ini merupakan perintah langsung Bapak Kapolri. Hari ini kami memberangkatkan personel Polri untuk melaksanakan tugas kemanusiaan ke Sumatera Barat, Aceh, dan Medan. Sebanyak 25 unit kendaraan kami kirimkan untuk membantu mobilitas dan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana,” ujar Kakorlantas Polri.
Lebih lanjut, Kakorlantas menyampaikan bahwa selain kendaraan operasional, Polri juga menyalurkan bantuan logistik untuk membantu kebutuhan masyarakat di masa tanggap darurat.
“Kami juga membawa 1.500 paket bantuan logistik serta bantuan makanan titipan dari masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian dan empati Polri bersama masyarakat untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.
Kakorlantas menegaskan bahwa meskipun dalam situasi bencana personel Polri juga dapat terdampak, namun komitmen untuk melayani masyarakat tidak pernah surut.
“Dalam setiap bencana, Polri akan selalu hadir. Walaupun anggota Polri juga bisa terdampak, namun tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Melalui penugasan kemanusiaan ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai representasi negara dalam memberikan bantuan, pelayanan, dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat akibat bencana alam.***
