RADAR BLAMBANGAN.COM, | Katapop – Panglima Armada III, Laksamana Muda TNI Dato Rusman SN, secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) antar satuan kerja Armada III yang digelar di Masjid Baiturrahman Mako Armada III, DBAL Katapop, Papua Barat Daya, Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan satuan kerja Armada III, Satuan Marinir wilayah Katapop, serta organisasi Jalasenastri.
MTQ yang dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 2 hingga 4 Maret 2026 tersebut diikuti sebanyak 51 peserta perwakilan satker dengan menghadirkan dewan juri dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Paroh TNI AL. Adapun materi yang dilombakan meliputi pembacaan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 sampai dengan ayat 185 dengan durasi maksimal delapan menit, dengan kategori penilaian untuk menentukan juara I, II, III, dan harapan I.
Dalam sambutannya, Panglima Armada III menyampaikan bahwa kegiatan MTQ ini tidak hanya sebagai sarana mengisi waktu menjelang berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, tetapi juga bertujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
“Melalui kegiatan ini saya berharap para prajurit dapat semakin memahami Al-Qur’an dengan memperkuat pemahaman, kecintaan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an,,” Kata Panglima dalam sambutannya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat manusia yang mengandung banyak pelajaran dan hikmah untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, membaca Al-Qur’an tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental spiritual prajurit agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat dalam mendukung pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan MTQ ini juga merupakan bagian dari pembinaan mental rohani Islam bagi prajurit, PNS TNI AL, dan keluarga besar Armada III, sekaligus sebagai ajang mencari qori dan qoriah terbaik yang akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ tingkat pusat di Mabes TNI Angkatan Laut.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan kebijakan pimpinan TNI AL dalam membangun prajurit yang tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga memiliki karakter, moral, serta spiritual yang kuat sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Tim Dispen Armada III/Red)
