RADAR BLAMBANGAN.COM, | BATAM — Aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) di wilayah Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali menuai sorotan publik. Kegiatan yang disebut-sebut diduga dilakukan oleh PT Rajawali tersebut terpantau terus berlangsung tanpa henti, bahkan pada malam hari, Minggu (25/1/2026).
Ironisnya, lokasi aktivitas cut and fill tersebut berada tidak jauh dari Markas Besar Polda Kepulauan Riau. Meski kendaraan aparat melintasi jalan utama di sekitar lokasi, kegiatan tetap berjalan seperti tidak tersentuh pengawasan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.
Aktivitas pada malam hari dinilai sangat meresahkan masyarakat. Debu tebal yang beterbangan mengganggu jarak pandang pengendara dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama yang ramai dilalui kendaraan pada malam hari.
Selain itu, lokasi cut and fill juga terpantau berdekatan dengan kawasan perumahan warga. Dari pantauan visual di lapangan, aktivitas pengerukan bukit tampak jelas dilakukan di area yang bersinggungan langsung dengan permukiman, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan keselamatan warga sekitar.
Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, R. Mas Mh Agus Rugiarto, SH, yang akrab disapa Agus Flores, menegaskan bahwa kegiatan cut and fill tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan dan penegakan hukum yang tegas, terlebih lokasi berada di dekat Mapolda Kepri.
“Seharusnya ada jalur hauling jika memang kegiatan tersebut memiliki izin operasional. Selain itu, kawasan hutan tidak boleh digunakan untuk aktivitas pertambangan atau pengerukan,” tegas Agus Flores.
Ia juga meminta Polda Kepri untuk bersikap tegas dalam melakukan penindakan jika ditemukan pelanggaran.
“Polda Kepri harus tegas melakukan penegakan hukum, apalagi sudah ada instruksi Presiden terkait ketertiban dan penegakan aturan. Aktivitas cut and fill yang semakin bebas di Kota Batam tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” pungkasnya.***
