RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Korps Lalu Lintas Polri menegaskan bahwa penggunaan teknologi digital akan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan pengaturan arus mudik Lebaran 2026. Data dari sistem traffic counting disebut akan menjadi “panglima” dalam menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas di lapangan.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus, menjelaskan bahwa pihaknya telah memanfaatkan teknologi digital untuk memantau pergerakan kendaraan secara real time di berbagai jalur utama mudik.
Menurutnya, parameter jumlah kendaraan yang terdeteksi dari sistem traffic counting akan menjadi acuan mutlak bagi petugas dalam menentukan kapan rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contraflow perlu diterapkan.
“Kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau flow dari traffic counting. Parameter jumlah kendaraan itulah yang akan menjadi dasar mutlak untuk memutuskan kapan rekayasa lalu lintas, seperti one way atau contraflow, harus diterapkan,” jelas Irjen Agus.
Dengan pendekatan berbasis data tersebut, diharapkan tidak ada lagi spekulasi dalam penerapan rekayasa lalu lintas. Keputusan yang diambil akan lebih akurat dan cepat, sehingga potensi kemacetan parah di titik-titik krusial dapat diantisipasi lebih dini.
Selain memantau jalur mudik di Pulau Jawa dan Sumatera, Kakorlantas juga memberikan perhatian khusus terhadap arus kendaraan menuju Bali, yang diprediksi akan mengalami peningkatan mobilitas menjelang libur panjang.
Hal ini berkaitan dengan perayaan Hari Raya Nyepi yang pada tahun 2026 jatuh pada 19 Maret 2026. Momentum tersebut dipastikan akan berdampak pada pengaturan lalu lintas, khususnya di jalur penyeberangan antara Jawa dan Bali.
Kakorlantas mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju atau dari Pulau Dewata agar memperhatikan jadwal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk Bali, karena akan ada penyesuaian operasional selama perayaan Nyepi.
Dengan pemantauan berbasis teknologi serta koordinasi lintas instansi yang semakin diperkuat, diharapkan pengelolaan arus mudik tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, aman, dan lancar bagi seluruh masyarakat.***
