RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Hj. Nina Kristanti Diani, SE resmi menahkodai Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2031. Pelantikan dilakukan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) IWAPI Jawa Timur dan dikukuhkan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Hotel Illira, Kamis (5/2/2026), berdasarkan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) sehari sebelumnya.
IWAPI Banyuwangi yang berdiri sejak tahun 1995 dikenal sebagai salah satu organisasi pengusaha perempuan paling aktif dan konsisten dalam pemberdayaan UMKM di daerah. Momen pelantikan berlangsung khidmat sekaligus penuh haru dengan kehadiran para pendiri IWAPI Banyuwangi lintas generasi. Salah satunya Hj. Chasiastoe Soeherman (85) yang hadir menggunakan kursi roda, bersama tokoh-tokoh senior lainnya seperti Hj. Sumartini Moenaris, Bu Waluyo, Bu Sis Kembang, hingga generasi penggerak awal tahun 2000-an.
Pada periode kepemimpinan sebelumnya di bawah Hj. Retno Herlina Kosgorowati (2018–2026), IWAPI Banyuwangi mencatat capaian signifikan. Nilai transaksi bisnis anggota berhasil menembus triliunan rupiah, diiringi penguatan program pemberdayaan perempuan pengusaha serta sinergi dengan berbagai elemen, termasuk UMKM Akrab dan Gotongroyong ’45 hingga pembentukan ranting di tingkat bawah.
Ketua IWAPI Banyuwangi terpilih, Erna Nina Kristanti yang akrab disapa Nina menyatakan komitmennya untuk membawa IWAPI semakin dekat dengan pelaku UMKM di seluruh wilayah Banyuwangi. Ia menargetkan penguatan organisasi hingga menjangkau 25 kecamatan.
“Saya siap membawa IWAPI Banyuwangi maju dan berkembang. Kami akan tandang bareng dinas, mendorong UMKM perempuan agar benar-benar naik kelas,” tegas Nina.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan penuh dari suami dan keluarga yang menjadi fondasi penting dalam menjalankan amanah organisasi.
Sementara itu, Ketua Kadin Banyuwangi, David Wijaya Tjoek, menilai IWAPI memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Menurutnya, IWAPI dapat menjadi motor penggerak UMKM agar lebih kompetitif dan berdaya saing.
“IWAPI berada pada posisi strategis untuk mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut mengapresiasi kontribusi IWAPI selama ini. Ia berharap IWAPI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program hilirisasi dan digitalisasi UMKM.
“Suksesnya seorang pengusaha bukan hanya dari omzet, tetapi ketika mampu menyejahterakan karyawannya,” kata Ipuk.
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pengurus IWAPI Jawa Timur, serta delegasi DPC IWAPI dari Situbondo, Jember, Gresik, dan Kediri. Acara semakin semarak dengan peragaan busana karya pengurus IWAPI, pameran sponsor, serta partisipasi Mitra IWAPI Banyuwangi.***
