RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta — Pemerintah bersiap mengumumkan paket kebijakan strategis sebagai respons atas tekanan dinamika global yang kian memanas. Langkah ini diambil menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak langsung pada lonjakan harga minyak dunia.
Sejumlah kebijakan yang akan diumumkan mencakup penerapan work from home (WFH) terbatas, penyesuaian anggaran negara, hingga percepatan implementasi biodiesel B50 sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Kepastian itu disampaikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso. Ia menegaskan seluruh kebijakan tersebut akan diumumkan dalam konferensi pers yang digelar Selasa (31/3/2026) malam.
“Semua kebijakan terkait mitigasi risiko dinamika global, termasuk WFH, penyesuaian anggaran, dan B50, akan diumumkan besok,” ujarnya.
Konferensi pers tersebut akan berlangsung secara hibrida dari Seoul, Korea Selatan, pada pukul 21.00 waktu setempat atau 19.00 WIB.
Tekanan global yang meningkat membuat pemerintah harus bergerak cepat menjaga stabilitas fiskal. Lonjakan harga minyak dunia dinilai berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada sektor subsidi energi.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti opsi penerapan WFH satu hari dalam sepekan sebagai langkah efisiensi konsumsi BBM nasional. Menurutnya, kebijakan ini dapat memberikan dampak penghematan, meski besarannya bersifat fluktuatif mengikuti harga minyak global.
“Pasti ada penghematan BBM, tapi persentasenya dinamis tergantung harga minyak,” ujarnya.
Ia menekankan, implementasi WFH harus selektif dan tidak diberlakukan pada sektor vital seperti industri manufaktur serta layanan publik yang membutuhkan operasional penuh. Pemerintah juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Dari sisi produktivitas, Purbaya menilai kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan jika hanya diterapkan satu hari dalam sepekan, terutama jika dipilih pada hari dengan aktivitas relatif lebih rendah.
Langkah kombinasi antara efisiensi energi, pengendalian fiskal, dan transisi energi melalui B50 menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah menyiapkan respons terukur menghadapi tekanan global sekaligus menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik.**
