RADAR BLAMBANGAN.COM, | Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM FISIP UMJ) telah melaksanakan kegiatan Doa Bersama dan Bakar Lilin pada 31 Desember 2025 sebagai bentuk solidaritas, empati, dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir di Pulau Sumatra dan Aceh.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur kelembagaan mahasiswa, pengurus organisasi fakultas, serta mahasiswa FISIP UMJ dan lintas elemen kampus. Doa dan nyala lilin menjadi simbol duka, harapan, serta pengingat bahwa di balik angka statistik bencana, terdapat manusia yang kehilangan keluarga, rumah, mata pencaharian, dan rasa aman atas ruang hidupnya.
Di akhir kegiatan, BEM FISIP UMJ menyampaikan Pernyataan Sikap atas situasi kebencanaan yang hingga hari ini masih menunjukkan lemahnya kehadiran negara. Banjir yang telah berlangsung lebih dari satu bulan di Pulau Sumatra bukan lagi sekadar bencana alam biasa, melainkan telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan dan ekologis yang serius.
BEM FISIP UMJ menilai bahwa skala dampak, lamanya kejadian, serta besarnya penderitaan rakyat telah memenuhi syarat sebagai Bencana Nasional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Namun hingga kini, negara masih lamban, minim keberpihakan, dan gagal menunjukkan tanggung jawab konstitusionalnya dalam melindungi rakyat.
Melalui pernyataan sikap ini, BEM FISIP UMJ menuntut:
Penetapan banjir di Pulau Sumatra sebagai Bencana Nasional.
Penghentian eksploitasi lingkungan dan proyek-proyek yang memperparah bencana.
Pengusutan dan penindakan tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan.
Pemulihan yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat terdampak.
Kami menegaskan bahwa diam adalah pengkhianatan, dan kelambanan negara merupakan bentuk kekerasan struktural terhadap rakyatnya sendiri. BEM FISIP UMJ akan terus bersuara, mengawal, dan berdiri bersama rakyat hingga negara benar-benar hadir, bertanggung jawab, dan memulihkan ruang hidup masyarakat Sumatra dan Aceh.
Tahun ini merukapan tahun yang kelam dan tahun yang berduka untuk kita dan saudara-saudara kita di Sumatera, dengan banyaknya tragedi bencana alam yang menerpa saudara kita di Sumatera dan daerah lainnya, Ketua BEM FISIP UMJ Alfian Maulana menyerukan kepada seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk menahan diri dari perayaan tahun baru. Bukan karena kita anti kebahagiaan, tetapi karena empati adalah bentuk tertinggi dari kemanusiaan.
🕯️ Solidaritas tidak boleh padam.
🕯️ Doa dan perjuangan harus terus berjalan.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Rakyat Pulau Sumatra dan Aceh!
