RADAR BLAMBANGAN.COM, | Surabaya – Publik menilai Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang menyoroti dugaan pemotongan hingga melakukan laporan fiktif anggaran reses DPRD Kota Surabaya tahun 2026 hanya setengah hati.
Pasalnya AMI hanya mendesak Sekretariat Dewan (Sekwan) untuk membuka transparansi laporan pemakaian anggaran reses DPRD Kota Surabaya.
Publik patut menduga AMI enggan menyoroti secara totalitas karena ada salah satu saudaranya yang menjadi anggota DPRD Kota Surabaya dapil 2 Kota Surabaya dari fraksi NasDem.
Salah satu masyarakat di wilayah Kecamatan Semampir Kota Surabaya yang enggan disebut namanya mengapresiasi langkah AMI yang menyoroti dugaan pelanggaran pemotongan hingga laporan fiktif anggaran reses DPRD Kota Surabaya ke Sekwan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah mereka (AMI) yang kritis terhadap penggunaan anggaran reses DPRD Kota Surabaya. Tapi mereka seperti setengah hati, tidak totalitas menyoroti,” ungkapnya. Jumat (13/2/2026).
Sebab, jika AMI totalitas menyoroti anggaran reses DPRD Kota Surabaya secara menyeluruh, maka akan ditemukan kejahatan sistematis, terstruktur dan masif (TSM), bukan hanya melibatkan Sekwan, tapi juga ada keterlibatan dengan seluruh oknum anggota DPRD Kota Surabaya.
“Kami sebagai masyarakat sipil biasa di Kota Surabaya mendukung penuh AMI menyoroti secara totalitas kejahatan pemotongan bahkan laporan fiktif penggunaan anggaran reses DPRD Kota Surabaya,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menilai jangan hanya Sekwan yang didesak karena ada salah satu saudara Ketum AMI yang duduk menjadi anggota DPRD Kota Surabaya.
Dirinya menilai selama ini demonya AMI hanya setengah hati tidak sampai tuntas. Saat mereka menyoroti hingga turun aksi selesai tanpa ada hasil yang berarti.
“AMI wajib membongkar dugaan keterlibatan seluruh anggota DPRD Kota Surabaya. Karena mustahil jika tidak melibatkan seluruh dewan Kota Surabaya, khususnya anggota DPRD Kota Surabaya dapil 2 yang diduga saudara Ketum AMI, jika mereka terbukti wajib di PAW semua,” desaknya.
“Kami mendukung penuh AMI menyorot dan menuntut seluruh anggota DPRD jika diduga terlibat kejahatan TSM terkait pemotongan hingga laporan fiktif anggaran reses DPRD Kota Surabaya yang sudah berjalan puluhan tahun,” tambahnya.***
