RADAR BLAMBANGAN.COM, | Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, elemen masyarakat yang tergabung dalam Bison Indonesia dan Blok Pelajar Politik Merdeka menggelar seminar strategis yang menyoroti urgensi penguatan regulasi gizi nasional. Acara ini menjadi momentum krusial dengan lahirnya tuntutan agar sinergi antara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) segera memiliki payung hukum setingkat Undang-Undang.
Seminar ini menghadirkan jajaran narasumber lintas sektor yang kompeten, di antaranya:
Dr. Bob Hasan, S.H., M.H. (Ketua Badan Legislasi DPR RI)
Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS (Dewan Pakar Badan Gizi Nasional/BGN)
H. Susilo Hartono, S.E., MM. (Ketua Yayasan Gema Nusantara)
Kombes pol . Christian Aer, S.H., S.I.K. ( Itwasda Polda Banten )
Dr. H. Supandi, S.Pd., MA (Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dindikbud Prov. Banten)
program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan presiden prabowo yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda terutama untuk para pelajar untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045.
,”MBG bukan hanya sekedar program pangan tetapi instrumen kebijakan lintas sektor seperti, kesehatan, pendidikan,sosial dan pangan selain itu juga sebagai sarana pemenuhan hak asasi dan pembentukan pola kebiasaan makan sehat aman dan inklusif untuk meningkatkan hidup anak,” ujar prof.dr.ir Ikeu Tanziha MS dewan pakar gizi Nasional BGN dalam materinya.
bob Hasan ketua badan legislasi DPR RI juga menyatakan “MBG adalah program yang tidak hanya fokus meningkatkan gizi anak bangsa, melainkan membagun sdm yang unggul serta meingkatkan pertumbuhan ekonomi dengan konsep demokrasi ekonomi” pungkasnya
Sedangkan menurut ketua harian bison Indonesia Ahmad Rivaldi,bison Indonesia dan blok politik pelajar merdeka se provinsi Banten sepenuhnya mendukung program makan bergizi gratis yang merupakan sebuah program mulia untuk anak-anak Indonesia.
Acara ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan sebuah gerakan massa yang nyata. Tercatat, lebih dari seribu pelajar dari berbagai wilayah se-Provinsi Banten memadati lokasi kegiatan, menunjukkan bahwa generasi muda Banten berdiri di garis terdepan dalam mengawal kebijakan gizi nasional. Langkah ini dipandang bukan sekadar urusan perut, melainkan upaya memagari program unggulan Presiden Prabowo Subianto agar tidak menjadi sasaran empuk oknum nakal dan koruptor pangan.
,”kami juga meminta kepada pemerintah khususnya DPR RI untuk membuat rancangan undang-undang khusus sppg untuk membuat efek jera oknum dapur sppg yang nakal,sehingga program mulia ini dapat berjalan secara efektif”katanya.
Usai melakukan seminar seluruh peserta dan pemateri melakukan pembacaan deklarasi untuk mendukung program makan bergizi gratis.
Lima Poin Utama Deklarasi:
SATU TEKAD: Mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis menuju Indonesia Emas 2045.
SATU AKSI: Memastikan setiap suapan menjadi sumber kecerdasan dan kekuatan.
SATU KOMITMEN: Menjaga kualitas gizi, keamanan pangan, dan kedaulatan sumber daya lokal.
SATU SEMANGAT: Melawan stunting melalui sinergi pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
SATU TUJUAN: Membangun manusia Indonesia yang unggul fisik dan karakter.
“Kami meminta Pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan Undang-Undang Pemenuhan Gizi Nasional sebagai fondasi abadi bangsa. Kita tidak ingin kecerdasan anak bangsa terbelenggu oleh kemiskinan pangan,” tegas perwakilan deklarator yang disambut seruan “SAHKAN REGULASI, JAMIN GIZI ANAK NEGERI!” oleh seluruh peserta.
