RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi – Keluhan masyarakat kembali mencuat terkait harga gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” yang dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET). Seorang ibu rumah tangga, yang merupakan ibu dari dua anak, mengungkapkan kekecewaannya saat mendapati harga gas di pangkalan mencapai Rp23.000 per tabung.
“Ini memang sudah naik resmi atau bagaimana? Kok mahal sekali, kami ini sangat bergantung untuk kebutuhan memasak sehari-hari,” ujarnya dengan nada heran. Jumat, (20/03/2026)
Temuan tersebut terjadi di wilayah Jalan Raya Blambangan, Kecamatan Muncar. Berdasarkan pantauan di lapangan, sebuah truk distributor terlihat melakukan aktivitas pengiriman gas elpiji 3 kg ke salah satu pangkalan milik inisial B. Risma yang berada di sisi timur Toko Buku Galaxy.
Namun yang menjadi sorotan, saat proses distribusi masih berlangsung, pihak pangkalan diduga langsung menjual gas kepada masyarakat dengan harga Rp23.000 per tabung. Harga ini jelas memicu tanda tanya besar, mengingat gas elpiji 3 kg merupakan barang subsidi pemerintah yang seharusnya dijual sesuai HET yang telah ditetapkan.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya permainan harga di tingkat pangkalan yang merugikan masyarakat kecil. Terlebih menjelang kebutuhan meningkat, praktik seperti ini dinilai semakin memberatkan warga yang sudah terbebani biaya hidup.
Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pengawasan dan penindakan tegas terhadap pangkalan maupun distributor yang diduga melanggar aturan.
Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kelangkaan dan lonjakan harga gas melon akan terus terjadi, sementara masyarakat kecil menjadi pihak yang paling terdampak.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa distribusi energi subsidi harus diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat.***
