RADAR BLAMBANGAN.COM, | Palu – Sebuah insiden teguran terjadi di lingkungan Polda Sulawesi Tengah saat berlangsungnya kegiatan resmi peletakan batu pertama gedung. Agus Flores, yang dikenal sebagai sosok aktivis dengan karakter tegas, menegur salah satu anggota Korspripim (Kosprim) Kapolda Sulteng karena dinilai mengajukan pertanyaan secara berulang.
Dalam situasi tersebut, Agus secara langsung menyampaikan keberatannya. Ia menilai pertanyaan yang diulang-ulang tidak perlu dilakukan, terlebih dirinya hadir sebagai tamu undangan Kapolda.
“Kalau nanya, cukup satu kali. Jangan berulang-ulang. Saya tamu Kapolda, tidak perlu ditanya berulang-ulang,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap karakter Agus Flores yang dikenal lugas dan tidak menyukai komunikasi yang berulang. Hal itu juga dibenarkan oleh mantan anggota Korspripim Kapolda Jawa Timur, AKBP Kurnia.
Menurut AKBP Kurnia, sikap tersebut bukan hal baru. Ia mengaku pernah mengalami langsung respons serupa saat berinteraksi dengan Agus.
“Karakter beliau memang seperti itu, tidak suka pertanyaan diulang-ulang. Saya sendiri pernah kena. Kalau sudah marah, beliau tegas,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam konteks tertentu, Agus memiliki pandangan kuat terkait etika terhadap tamu undangan pejabat, termasuk soal prioritas akses masuk dalam sebuah kegiatan resmi.
Insiden ini kembali menjadi perbincangan di kalangan internal maupun jurnalis yang hadir. Sebagian menilai sikap tersebut sebagai bentuk ketegasan, sementara lainnya menyoroti pentingnya menjaga komunikasi yang lebih kondusif dalam situasi formal.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran bahwa interaksi di ruang-ruang resmi tidak hanya soal prosedur, tetapi juga menyangkut dinamika karakter dan persepsi masing-masing pihak.***
