RADAR BLAMBANGAN.COM, | Mangupura – Dalam rangka pengamanan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Polres Badung menggelar Apel Pergeseran Pasukan sebagai bentuk kesiapan personel dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan, khususnya malam Pangerupukan dan pawai ogoh-ogoh, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Apel yang digelar di Lapangan Apel Polres Badung pada Rabu (18/3/26) tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., dengan melibatkan sebanyak 464 personel yang tersprin dalam kegiatan pengamanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 510 personel Polres Badung dan Polsek jajaran disiagakan di berbagai titik rawan, termasuk jalur lalu lintas, lokasi pawai, serta objek wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.
Adapun sasaran pengamanan meliputi pusat-pusat keramaian, jalur lalu lintas utama, serta lokasi pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang tersebar di beberapa wilayah. Tercatat sebanyak 610 ogoh-ogoh akan diarak, masing-masing berada di Kecamatan Petang sebanyak 60 ogoh-ogoh, Kecamatan Abiansemal 191 ogoh-ogoh, Kecamatan Mengwi 243 ogoh-ogoh, dan Kecamatan Kuta Utara sebanyak 116 ogoh-ogoh. Kondisi ini diprediksi akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyampaikan bahwa pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin semata. “Kami mengimbau seluruh personel untuk tetap waspada dan tidak underestimate terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas. Kedepankan langkah preemtif dan preventif, serta lakukan penegakan hukum secara profesional,” tegasnya dalam amanat apel.
Kapolres AKBP Joseph juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan. Masyarakat juga diajak meningkatkan toleransi antar umat beragama karena Idul Fitri dan Nyepi berlangsung berdekatan. Selain itu, warga diimbau tidak menyalakan petasan berlebihan, tidak mengonsumsi minuman beralkohol saat pawai ogoh-ogoh, mematuhi aturan serta kearifan lokal saat Nyepi, dan memastikan rumah dalam keadaan aman saat ditinggal. Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan ke Kepolisian melalui Call Center 110 atau aparat setempat.
Ia juga berharap seluruh rangkaian perayaan Nyepi dapat berjalan dengan aman dan penuh kedamaian. Dengan sinergi antara Polri, instansi terkait, serta dukungan masyarakat dan pecalang desa, diharapkan tercipta suasana yang harmonis. “Mari kita jaga kebersamaan dan toleransi antar umat beragama, sehingga perayaan Nyepi Tahun Caka 1948 dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya. (Echa)
