RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum di lapangan. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakasatlantas Polresta Banyuwangi, AKP Ridho Rinaldo Harahap, S.Tr.K., S.I.K., M.H., saat memimpin apel pagi bersama jajaran anggota Satuan Lalu Lintas pada Rabu pagi (11/3/2026).
Dalam arahannya, perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi tersebut menekankan bahwa disiplin merupakan fondasi utama bagi setiap anggota Polri dalam melaksanakan tugas negara. Menurutnya, sikap disiplin tidak hanya berkaitan dengan ketepatan waktu dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga mencerminkan profesionalisme serta tanggung jawab moral sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
AKP Ridho menjelaskan, kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti kerapian berpakaian dinas, kesiapan fisik dan mental saat bertugas, hingga kepatuhan terhadap prosedur operasional yang telah ditetapkan. Ia mengingatkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar kepada Polri untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.
“Disiplin adalah cerminan profesionalisme anggota Polri. Ketika kita disiplin, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan berjalan dengan baik dan maksimal,” tegasnya di hadapan para personel Satlantas yang mengikuti apel.
Lebih lanjut, AKP Ridho juga menyoroti pentingnya kesiapan seluruh anggota menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, yang digelar dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik menjelang Hari Raya Idulfitri. Operasi tahunan tersebut merupakan agenda besar kepolisian untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Ia menjelaskan bahwa tahapan persiapan operasi harus dilakukan secara matang sejak dini, mulai dari kesiapan personel, strategi pengamanan jalur lalu lintas, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di lapangan. Langkah tersebut penting agar pengamanan arus mudik berjalan efektif serta mampu meminimalisir potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.
AKP Ridho juga mengingatkan bahwa Kabupaten Banyuwangi merupakan wilayah dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, terutama karena menjadi jalur strategis penghubung Pulau Jawa dan Bali. Oleh karena itu, kesiapsiagaan anggota Satlantas sangat diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama arus mudik Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat kerja sama tim, serta menjaga integritas selama bertugas. Menurutnya, keberhasilan pengamanan lalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh soliditas dan kekompakan seluruh personel.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Pendekatan yang ramah dan komunikatif dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian serta membangun hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat.
“Kita harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Berikan pelayanan terbaik, tetap humanis, dan selalu utamakan keselamatan masyarakat di jalan raya,” ujarnya.
Dengan semangat kedisiplinan yang terus ditanamkan kepada seluruh personel, Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi optimistis mampu menjalankan tugas pengamanan dengan maksimal. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai, serta kesiapan mental dan profesionalisme anggota, diharapkan mampu menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar selama momentum mudik Lebaran.
Satlantas Polresta Banyuwangi pun berkomitmen untuk memastikan terciptanya kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan aman dan nyaman bersama keluarga. ***
