RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Pembangunan jembatan di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, kembali menjadi sorotan serius. Proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh CV Wahyu Sejahtera itu diduga mengalami keretakan di sejumlah titik vital, memunculkan dugaan kuat lemahnya kualitas pekerjaan sejak awal pelaksanaan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan adanya retakan pada bagian konstruksi jembatan. Namun alih-alih dilakukan perbaikan menyeluruh sesuai standar teknis, kerusakan tersebut justru diduga hanya ditangani dengan metode tambal sulam, menggunakan adukan semen atau yiyit semen. Penanganan semacam ini dinilai tidak menyentuh akar persoalan dan berpotensi menutup cacat struktural yang lebih serius.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar: apakah proyek ini dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan perencanaan awal, atau justru sekadar mengejar penyelesaian administratif? Pasalnya, jembatan merupakan sarana vital yang menopang mobilitas dan keselamatan masyarakat, bukan sekadar bangunan formalitas.
Sejumlah warga mengaku resah dan khawatir. Mereka menilai kualitas proyek terkesan dikesampingkan, sementara keselamatan pengguna jembatan dipertaruhkan. “Kalau hanya ditambal semen, itu bukan perbaikan, tapi menutup masalah. Kalau nanti roboh, siapa yang bertanggung jawab?” ungkap seorang warga dengan nada geram.
Lebih jauh, kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya fungsi pengawasan teknis dari pihak terkait. Publik mempertanyakan peran konsultan pengawas serta instansi pemerintah yang seharusnya menjamin mutu pekerjaan infrastruktur. Jika keretakan sudah muncul dalam waktu singkat, maka patut diduga ada persoalan serius dalam proses perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan proyek.
Masyarakat mendesak agar dilakukan audit teknis independen, pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas konstruksi, serta keterbukaan informasi terkait nilai proyek, sumber anggaran, dan hasil pengawasan. Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran, aparat penegak hukum diminta turun tangan guna memastikan uang negara tidak dihamburkan untuk proyek bermutu rendah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi berwenang belum memberikan klarifikasi resmi. Publik menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan menyangkut nyawa dan keselamatan rakyat. Negara tidak boleh kalah oleh praktik pengerjaan asal-asalan.***
