RADAR BLAMBANGAN.COM, | Probolinggo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan momentum Ramadan 2026 sebagai pijakan memperkuat jaring pengaman sosial di daerah tapal kuda. Di Kabupaten Probolinggo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dengan nilai total mencapai Rp16 miliar lebih.
Penyaluran bansos tersebut tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi dirancang sebagai penguatan ketahanan keluarga berbasis kemandirian. Khofifah menegaskan, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempertebal solidaritas sosial sekaligus memastikan negara hadir bagi kelompok rentan.
“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Semoga bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat dan mendorong kemandirian tiap keluarga,” ujarnya di sela penyerahan bantuan, Senin.
Menjangkau Kelompok Rentan hingga Penggerak Desa
Bantuan yang diserahkan secara simbolis mencakup Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), PKH Plus bagi lansia, KIP Putri Jawara, zakat produktif, bantuan operasional pendamping PKH Plus, tali asih Taruna Siaga Bencana (Tagana), bantuan untuk Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga program pemberdayaan BUMDesa, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa.
Ragam intervensi tersebut menunjukkan pendekatan menyeluruh: dari perlindungan sosial langsung bagi individu rentan hingga penguatan struktur ekonomi desa melalui BUMDesa. Menurut Khofifah, penguatan ekonomi desa menjadi kunci menciptakan ketahanan sosial jangka panjang.
Ia menambahkan, sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi faktor penting agar program tidak berjalan parsial. Integrasi dengan agenda bupati dan wali kota se-Jawa Timur disebut sebagai strategi untuk memastikan distribusi kesejahteraan lebih merata.
“Kami terus bersinergi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara luas,” tegasnya.
Total Bantuan Tembus Rp16 Miliar
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, melaporkan total bantuan yang digelontorkan di Kabupaten Probolinggo mencapai Rp16.018.700.000.
Angka tersebut mencerminkan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan skema yang menyasar individu, keluarga, hingga kelembagaan desa, Pemprov berharap bansos tidak berhenti pada bantuan konsumtif, melainkan bertransformasi menjadi modal sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Ramadan tahun ini pun menjadi panggung penguatan empati sekaligus konsolidasi program, agar kesejahteraan tak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh nyata dari desa-desa di Jawa Timur.***
