RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI, — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, kembali menunjukkan kiprah di dunia literasi dengan merilis buku berjudul Suluk Pelita Hati. Peluncuran karya tersebut digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, di sela kesibukannya menjalankan tugas sebagai pimpinan wilayah.
Buku yang mulai disusun sejak 2025 dan rampung pada 2026 itu diserahkan secara simbolis kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi peluncuran dinilai tepat, mengingat daerah ini dikenal aktif mengembangkan budaya literasi, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.
Tradisi menulis di Banyuwangi telah tumbuh subur, baik di kalangan guru, aparatur sipil negara (ASN), hingga pelajar madrasah. Aktivitas literasi bahkan telah dibiasakan sejak tingkat dasar hingga menengah, menjadikan daerah ini sebagai salah satu kantong penulis produktif di Jawa Timur.
Suluk Pelita Hati memuat kumpulan refleksi, petuah, serta rangkuman pidato-pidato Akhmad Sruji Bahtiar selama menjabat sebagai Kakanwil. Karya ini pertama kali diterbitkan dalam bentuk buku elektronik oleh Lentera Sastra Banyuwangi, komunitas penulis yang banyak beranggotakan insan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas lahirnya buku tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Ia menekankan bahwa seluruh anak didik, baik di sekolah umum maupun madrasah, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Selain itu, ia juga menyoroti kerja sama lintas sektor yang telah berjalan, termasuk dalam upaya menekan angka perceraian dan pernikahan dini. Program seperti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan KUA Goes to School disebut sebagai langkah konkret dalam membangun kesiapan mental generasi muda menuju Indonesia emas.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, mengungkapkan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah hibah status lahan yang kini dimanfaatkan untuk pengembangan madrasah, termasuk MTsN 10 Rogojampi, serta proses serupa untuk MTsN 11 Kalibaru.
Menurutnya, perhatian pemerintah daerah juga terlihat melalui pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah bagi madrasah, sebagai wujud kesetaraan dalam mendukung pendidikan.
Sementara itu, Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan bahwa buku yang ditulisnya bukan sekadar karya literasi, tetapi juga refleksi moral bagi dirinya dan seluruh ASN. Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Setiap jabatan memiliki batas dan tidak boleh disalahgunakan. Pertanggungjawabannya tidak hanya kepada institusi, tetapi juga kepada Tuhan,” ujarnya.
Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada komunitasnya dalam menerbitkan karya tersebut. Ia berharap momentum ini dapat mendorong semangat menulis di kalangan ASN dan pegiat literasi.
Peluncuran Suluk Pelita Hati menjadi lebih dari sekadar agenda penerbitan buku. Kegiatan ini turut mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan komunitas literasi dalam membangun masyarakat yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual.***
