RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Daya tarik wisata kuliner seafood Banyuwangi dipastikan semakin kuat. Pemerintah pusat saat ini tengah merampungkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi. Lokasinya strategis, berdekatan dengan sentra kuliner Fish Market Kampung Mandar yang lebih dulu menjadi ikon wisata kuliner olahan laut di daerah tersebut.
Kehadiran KNMP sebagai kawasan kampung nelayan modern sekaligus Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto ini diyakini akan memperkaya pengalaman wisata kuliner bahari, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi pesisir di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java.
Saat ini, pembangunan KNMP yang digarap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasuki tahap akhir. Progres fisik pembangunan telah mencapai 97 persen, dengan pekerjaan tersisa berupa penyempurnaan bangunan dan penataan kawasan pendukung.
“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini akan semakin menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/1/2026).
KNMP Banyuwangi mulai dibangun pada September 2025. Kawasan ini mengusung konsep kampung nelayan modern dengan tetap menonjolkan kearifan lokal. Seluruh bangunan dirancang menggunakan arsitektur Osing, lengkap dengan ornamen batik khas Gajah Oling yang menjadi identitas budaya Banyuwangi.
Sebanyak enam unit bangunan utama mengadopsi bentuk rumah adat Suku Osing, dipadukan dengan sentuhan desain modern. Perpaduan tersebut tidak hanya memperkuat identitas kawasan, tetapi juga menegaskan karakter budaya lokal di wilayah pesisir.
Selain bangunan utama, KNMP Banyuwangi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti dermaga sandar perahu, tempat pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, balai pertemuan, unit pengolahan hasil laut, hingga kawasan yang disiapkan sebagai sentra kuliner bahari baru.
“Kampung nelayan modern ini dirancang terintegrasi. Tidak hanya mendukung aktivitas nelayan, tetapi juga menjadi destinasi baru pariwisata Banyuwangi. Konsep ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah pada hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan,” jelas Ipuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menyebutkan, pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.
“Program ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” ungkap Suryono.
Menurutnya, KNMP diharapkan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat nelayan setempat.
“Kawasan ini kami lengkapi dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, serta ruang pemberdayaan nelayan agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Terkait pengelolaan, Suryono menjelaskan bahwa setelah seluruh pekerjaan fisik selesai dan dilakukan Berita Acara Serah Terima (BAST) dari pemerintah pusat, pengelolaan kawasan akan diserahkan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah dibentuk.***
