RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Kondisi sejumlah ruas jalan rusak di berbagai wilayah Kabupaten Banyuwangi kembali menuai sorotan. Ketua LSM Harimau DPC Banyuwangi, Yusuf Kurniawan yang akrab disapa Iwan, menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya keluhan masyarakat terkait jalan berlubang dan bergelombang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menurut Iwan, laporan dari warga terus berdatangan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kerusakan jalan disebut tidak hanya terjadi di wilayah pinggiran, tetapi juga di beberapa ruas jalan yang memiliki intensitas lalu lintas cukup tinggi.
“Saya banyak menerima keluhan dari masyarakat. Kondisi jalan yang berlubang sangat membahayakan pengendara, apalagi saat malam hari,” ujar Iwan.
Di sisi lain, Iwan juga menyoroti adanya tambahan pungutan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang tercantum dalam lembar pembayaran di kantor Samsat. Ia menyebut, masyarakat dikenakan biaya tambahan sekitar Rp86.500, selain biaya parkir berlangganan yang juga tercantum dalam administrasi kendaraan.
Menurutnya, masyarakat mempertanyakan keterkaitan antara pungutan opsen PKB tersebut dengan perbaikan infrastruktur jalan di daerah.
“Ketika masyarakat taat membayar pajak kendaraan, tentu mereka berharap fasilitas jalan juga diperhatikan dan diperbaiki. Jangan sampai masyarakat sudah membayar, tetapi kondisi jalan masih banyak yang rusak,” tegasnya.
Diketahui, opsen PKB merupakan tambahan pungutan dari pajak kendaraan bermotor yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu pembiayaan pembangunan, termasuk pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan.
Namun, kondisi jalan yang masih rusak di sejumlah titik memunculkan pertanyaan dari sebagian masyarakat terkait sejauh mana realisasi penggunaan anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur.
Iwan juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Kabupaten Banyuwangi maupun instansi terkait di tingkat provinsi, agar segera melakukan penanganan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Kami berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai bagian dari kontrol sosial, LSM Harimau akan terus mengawal persoalan ini. Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menyampaikan laporan dan surat tembusan kepada instansi yang lebih tinggi.
“Sebagai kontrol sosial, kami siap menyampaikan aspirasi ini ke tingkat yang lebih tinggi agar ada perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan dan penggunaan anggaran yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” kata Iwan.
Masyarakat Banyuwangi pun berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan percepatan perbaikan jalan rusak serta memberikan penjelasan yang transparan terkait pemanfaatan anggaran yang bersumber dari opsen PKB.***
