RADAR BLAMBANGAN.COM, | Magelang – Dugaan praktik solar ilegal di wilayah Magelang memasuki babak baru. Mabes TNI disebut akan menurunkan pasukan untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan, menyusul berkembangnya tudingan adanya keterlibatan oknum aparat dalam distribusi BBM subsidi tersebut.
Agus Flores, Senin (2/3), mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan jajaran Komandan Operasi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI AD). Percakapan itu, menurutnya, turut disaksikan sejumlah wartawan Counter Polri.
Dalam komunikasi tersebut, Agus menyampaikan informasi lapangan terkait dugaan “pemain” solar ilegal yang diduga memasok kebutuhan operasional tambang ilegal dan aktivitas industri tanpa izin.
“Nanti dibantu kami di lapangan. Wartawan turun juga mengawasi bersama kami. Kita harap ada sinergi, biar bisa lapor ke Presiden Prabowo terkait kinerja yang positif,” demikian pernyataan yang disebut berasal dari Mabes TNI.
Langkah ini dinilai sebagai respons tegas atas tuduhan yang menyebut adanya oknum TNI yang bermain dalam praktik solar ilegal. Mabes TNI disebut tidak ingin institusi tercoreng dan memilih membuktikan secara terbuka dengan pengawasan langsung serta pelibatan media.
Operasi Besar dan Sorotan Publik
Informasi yang beredar menyebutkan, Mabes TNI akan menerbitkan surat perintah (sprint) khusus untuk menurunkan personel dalam rangka pengawasan tambang ilegal yang berkaitan dengan distribusi solar bersubsidi.
Solar ilegal kerap dikaitkan dengan praktik penyalahgunaan BBM subsidi untuk kepentingan industri dan pertambangan, yang berpotensi merugikan negara serta mengganggu distribusi bagi masyarakat kecil.
Jika operasi ini benar digelar besar-besaran di Magelang, maka akan menjadi sinyal kuat bahwa penindakan tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat.
Libatkan Media, Transparansi Diuji
Pelibatan wartawan dalam pengawasan disebut sebagai bentuk transparansi dan kontrol publik. Namun demikian, publik tentu menunggu realisasi konkret di lapangan: apakah operasi ini benar-benar menyentuh aktor utama di balik jaringan solar ilegal, atau hanya berhenti pada penindakan simbolik.
Di tengah dinamika hubungan antarpenegak hukum dan meningkatnya perhatian publik terhadap tambang ilegal serta distribusi BBM subsidi, langkah Mabes TNI ini berpotensi menjadi momentum pembuktian integritas institusi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi tertulis dari Mabes TNI terkait jadwal pasti pelaksanaan operasi di Magelang.***
