RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi, — Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi ditetapkan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 dalam program nasional Masjid Ramah Pemudik (MRP) yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. Penunjukan ini menegaskan peran Banyuwangi sebagai salah satu jalur penting perjalanan mudik, terutama karena posisinya sebagai pintu gerbang menuju Pulau Bali.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 48 masjid di berbagai kecamatan untuk mendukung program tersebut. Masjid-masjid itu akan difungsikan sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang melintas di wilayah Banyuwangi selama musim mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
“Sebanyak 48 masjid di Banyuwangi kami siapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik. Masjid-masjid ini diharapkan dapat menjadi tempat beristirahat sekaligus ruang ibadah bagi para pemudik yang sedang dalam perjalanan,” ujar Chaironi saat mengikuti Kick-Off Meeting program tersebut secara daring, Rabu (11/3/2026) pukul 08.00 WIB.
Menurutnya, penyelenggaraan program ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk BAZNAS Kabupaten Banyuwangi dan sejumlah unsur terkait lainnya. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan pemudik dapat memperoleh layanan yang memadai, terutama yang berkaitan dengan kenyamanan, kesehatan, dan keamanan selama perjalanan.
Program Masjid Ramah Pemudik (MRP) dan Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 sendiri diluncurkan secara nasional pada 11 Maret 2026 oleh Menteri Agama RI Nazaruddin Umar di Lobby Halaman Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan dan Kapolri sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam menyambut arus mudik Lebaran.
Secara nasional, program ini menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia yang akan difungsikan sebagai tempat singgah gratis, rest area, serta pusat layanan bagi para pemudik. Banyak dari masjid tersebut juga akan beroperasi selama 24 jam, menyediakan fasilitas dasar seperti tempat istirahat, air minum, hingga pembagian takjil gratis selama bulan Ramadan.
Selain itu, Kementerian Agama juga menggandeng Radio Elshinta melalui program “Ekspedisi Elshinta” untuk menyebarluaskan informasi mengenai lokasi masjid-masjid ramah pemudik yang berada di sepanjang jalur utama perjalanan mudik di Indonesia.
Melalui program ini, diharapkan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi ruang pelayanan sosial yang terbuka bagi para musafir, menghadirkan kenyamanan serta rasa aman bagi masyarakat yang sedang menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman. (syaf)
