RADAR BLAMBANGAN.COM, | SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo tidak tinggal diam melihat belum meratanya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo secara resmi melayangkan surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) guna mendesak percepatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.
Langkah itu diambil menyusul belum optimalnya jumlah dapur umum yang aktif. Dari total 90 SPPG yang tercantum dalam daftar penerimaan Pemkab Situbondo, hingga kini baru sekitar 40 titik yang benar-benar beroperasi.
“Masih banyak masyarakat yang bertanya dan memprotes karena belum merasakan program Makan Bergizi Gratis. Ini yang kami perjuangkan agar segera direalisasikan,” tegas Bupati Rio, Jumat.
Sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Situbondo, Rio menilai keterlambatan operasional puluhan SPPG bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut hak anak-anak untuk memperoleh asupan gizi yang layak dan merata. Ia meminta setidaknya sekitar 30 SPPG yang telah menyatakan kesiapan agar segera mendapatkan persetujuan dan dukungan operasional dari BGN.
Menurutnya, program berskala nasional itu tidak boleh berjalan setengah hati di daerah. Jika daftar sudah disetujui, maka realisasi di lapangan harus sejalan. Tanpa percepatan, kesenjangan akses gizi antarwilayah dikhawatirkan semakin melebar.
Di sisi lain, Pemkab Situbondo memastikan tidak hanya fokus pada jumlah dapur yang aktif, tetapi juga pada kualitas layanan. Koordinasi intensif dengan pihak terkait terus dilakukan untuk menjamin setiap SPPG menyajikan menu sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.
“Kita ingin program ini tepat sasaran dan tepat mutu. Jangan sampai berjalan, tapi kualitasnya di bawah standar,” ujarnya.
Pemkab Situbondo menegaskan komitmennya mengawal MBG agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Percepatan operasional SPPG dinilai menjadi kunci agar program strategis tersebut tidak sekadar menjadi angka dalam laporan, tetapi nyata hadir di meja makan para siswa.***
