RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta – Menjelang pelaksanaan Kongres Ikatan Keluarga Besar Baranusa (IKBARNAS), satu nama kian menguat dan menjadi perbincangan hangat di berbagai simpul organisasi Muhammad Saleh Sira. Sosok muda asal Baranusa ini perlahan namun pasti muncul sebagai figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Umum IKBARNAS periode mendatang,, hal ini terkonfirmasi pada Minggu, (4/1/2025).
Muhammad Saleh Sira Putra berdarah suku Sandiata dan Uma Manung yang tidak asing bagi keluarga besar Baranusa. Ia dikenal sebagai tokoh muda yang tumbuh dari rahim komunitas, memahami denyut nadi masyarakat, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi. Latar belakang kultural yang kuat menjadikannya figur yang dekat dengan akar, namun berpandangan jauh ke depan.
Sebagai putra Baranusa yang besar dengan nilai kebersamaan dan gotong royong, Saleh Sira membawa semangat baru dalam membaca tantangan zaman. Ia tidak hanya berbicara tentang persatuan, tetapi juga menawarkan cara pandang segar tentang bagaimana organisasi paguyuban dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang relevan dan berdaya guna.
Tekadnya untuk maju dalam Kongres IKBARNAS bukan lahir dari ambisi pribadi, melainkan dari dorongan moral untuk mengemban amanat bersama. Baginya, kepemimpinan adalah tanggung jawab kolektif sebuah jalan pengabdian yang harus dijalani dengan keikhlasan dan keteguhan hati.
Dukungan terhadap Muhammad Saleh Sira terus mengalir dari berbagai penjuru. Sejumlah pengurus wilayah, tokoh masyarakat Baranusa, hingga simpul-simpul keluarga besar IKBARNAS di berbagai daerah menyatakan kepercayaan mereka. Dukungan ini tumbuh organik, lahir dari rekam jejak dan konsistensi yang telah ia tunjukkan selama ini.
Banyak pihak menilai, Saleh Sira memiliki kapasitas sebagai jembatan pemersatu antarwilayah. Dalam konteks organisasi yang tersebar di berbagai daerah dengan dinamika masing-masing, figur pemersatu menjadi kebutuhan mendesak agar IKBARNAS tetap solid dan harmonis.
Selain itu, ia dinilai mampu membawa IKBARNAS lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Kepemimpinannya diharapkan tidak hanya menjaga tradisi dan silaturahmi, tetapi juga mendorong peran organisasi dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan advokasi masyarakat Baranusa secara lebih nyata.
Sejumlah pengurus daerah menyampaikan bahwa IKBARNAS ke depan membutuhkan pemimpin yang terbuka, inklusif, dan komunikatif. Sosok yang mampu mendengar, merangkul perbedaan, serta mengubah potensi kolektif menjadi kekuatan bersama. Dalam pandangan mereka, karakter tersebut tercermin pada diri Muhammad Saleh Sira.
Menanggapi gelombang dukungan yang terus menguat, Muhammad Saleh Sira menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia menegaskan bahwa setiap dukungan adalah amanah besar yang tidak boleh disia-siakan. “Bagi saya, kepercayaan ini bukan sekadar dukungan politik organisasi, melainkan tanggung jawab moral untuk berbuat lebih banyak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana kongres yang sejuk dan bermartabat. Menurutnya, Kongres IKBARNAS harus menjadi ruang musyawarah yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Siapa pun yang terpilih, persaudaraan harus tetap menjadi fondasi utama.
Kongres IKBARNAS sendiri dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat dengan agenda strategis, mulai dari pemilihan Ketua Umum, evaluasi kepengurusan sebelumnya, hingga penyusunan arah organisasi ke depan. Panitia memastikan seluruh proses berjalan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, demi menjaga legitimasi dan marwah organisasi.
Di tengah harapan dan tantangan yang menyertai perjalanan IKBARNAS, kehadiran Muhammad Saleh Sira menghadirkan keyakinan baru bahwa dari tangan generasi muda yang berakar kuat pada nilai leluhur, masa depan organisasi dapat tumbuh lebih solid, lebih bermakna, dan lebih membanggakan bagi seluruh keluarga besar Baranusa.
Penulis : Wahid Mubarak
