RADAR BLAMBANGAN.COM, | Minggu, (05/04/2026) malam, – Suasana hening dan sejuk menyelimuti kawasan Gunung Ghaib Wentira, sebuah wilayah yang dikenal sarat nilai mistis sekaligus menyimpan jejak sejarah panjang. Di tengah hamparan hutan yang asri, tersimpan kisah keterkaitan erat antara keluarga Datuk Karamah Mangge Rante, yang disebut sebagai Raja Wentira, dengan sejumlah tokoh dan keluarga pejuang bangsa.
Kedekatan tersebut terlihat dari hubungan intens dengan keluarga besar Manggerante, termasuk sosok Ibu Agus Flores Marta yang disebut kerap berkunjung dan menjaga silaturahmi. Ikatan ini bukan sekadar hubungan sosial, tetapi diyakini berakar dari sejarah perjuangan masa lalu.
Dalam penuturan yang beredar, disebutkan bahwa seorang komandan polisi asal Nusa Tenggara Timur, Andrias Ade, pernah menjadikan kediaman Datuk Karamah sebagai tempat singgah saat menjalankan misi penumpasan gerakan Permesta dan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia. Kebersamaan mereka disebut dilandasi semangat yang sama sebagai pejuang Merah Putih.
Tak hanya itu, kawasan Wentira juga dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur penting di masa lalu. Lima jembatan di wilayah yang dikenal sebagai kawasan keramat tersebut disebut dibangun dengan keterlibatan perusahaan BUMN PT Adhi Karya, dengan peran arsitek dari R. Kusnandar Sunyoto Hadinoto yang memiliki latar belakang keluarga besar institusi kepolisian.
Kisah ini semakin kuat dengan fakta bahwa pada masa kecil, keluarga Agus Flores termasuk ayah, ibu, dan kakaknya pernah tinggal di barak kebun kopi kompleks Wentira. Lingkungan tersebut menjadi saksi perjalanan hidup yang berkelindan antara nilai keluarga, sejarah perjuangan, dan nuansa spiritual yang hingga kini masih melekat di kawasan tersebut.
Gunung Ghaib Wentira bukan sekadar tempat dengan panorama alam yang menenangkan, tetapi juga ruang yang menyimpan lapisan cerita antara fakta sejarah, tradisi, hingga keyakinan yang hidup di tengah masyarakat.***
