RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi, 31 Januari 2026 – Semangat bela diri tradisional menggelora dalam gelaran Olimpiade Sains, Seni dan Agama MA Al-Amiriyyah (OSSAMAA) ke-10. Cabang olahraga Pencak Silat berhasil menjadi salah satu daya tarik utama, menarik ratusan pesilat muda terbaik dari berbagai perguruan dan sekolah se-Jawa Timur. Lomba yang digelar pada Kamis (29/01) ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bukti komitmen OSSAMAA dalam melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus menjaring bibit-bibit atlet berprestasi.
Pembukaan cabang Pencak Silat dilakukan secara khidmat di Aula Kampus 2 UIMSYA (Universitas KH. Mukhtar Syafaat). Ratusan peserta, ofisial, dan penonton menyaksikan perlombaan yang penuh semangat dan mencerminkan keragaman.
Koordinator Panitia OSSAMAA X cabang lomba silat Bpk. Gufron, dalam sambutannya menegaskan posisi pencak silat sebagai pilar penting dalam event satu dekade ini. “Pencak Silat adalah jiwa dari perjuangan. Ia mengajarkan bukan hanya teknik bertahan dan menyerang, tetapi juga disiplin, sportivitas, dan penghormatan yang dalam. Di usia OSSAMAA yang ke-10, kami ingin cabang ini menjadi wadah strategis untuk regenerasi pesilat yang tidak hanya tangguh di tataran, tetapi juga berakhlak mulia,” ujarnya.
Cabang Pencak Silat OSSAMAA X terbagi dalam lima kategori yang kompetitif dan mengakar pada tradisi:
Seni Tunggal Tangan Kosong (untuk peserta SMP/MTs)
Seni Tunggal Bersenjata (untuk peserta SMP/MTs)
Seni Solo Kreatif (untuk peserta SMP/MTs)
Tanding Silat Pra-Remaja (untuk peserta SMP/MTs)
Tanding Silat Usia Dini (untuk peserta SD/MI)
“Yang membedakan OSSAMA dengan kompetisi lain adalah nuansa pesantrennya. Di sini, setiap gerakan silat tidak lepas dari niat lillahi ta’ala dan penghormatan kepada guru. Ini adalah pendidikan karakter yang sebenarnya,” tutur Ahmad Fauzan, S.Pd.I., M.Pd. kepala MA Al Amiriyyah Banyuwangi
Suasana kompetisi berlangsung panas namun penuh kekeluargaan. Sorak-sorai pendukung masing-masing kontingen memenuhi area pertandingan. Di kategori tanding, setiap jurus dan kuda-kuda dipertarungkan dengan ketat. Sementara di kategori seni, keindahan gerak, keselarasan dengan musik pengiring, dan penjiwaan menjadi tontonan yang memukau.
“Alhamdulillah, OSSAMAA memberikan pengalaman yang sangat berharga. Arena yang bagus, juri yang kompeten, dan pesaing yang kuat membuat kami harus tampil maksimal. Ini adalah kado terbaik untuk satu dekade OSSAMAA,” ungkap Ima, perwakilan kontingen juara umum.
Keberhasilan penyelenggaraan cabang Pencak Silat OSSAMAA X semakin meneguhkan posisi MA Al-Amiriyyah tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama dan sains, tetapi juga sebagai kawah candradimuka bagi pembinaan atlet dan pelestarian budaya bangsa. Melalui OSSAMAA, warisan luhur Pencak Silat dirawat dan diteruskan kepada generasi muda dengan semangat yang membara, seiring dengan langkah maju OSSAMAA menuju dekade-(syaf)
