RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA, 28 Februari 2026 – Ketua Harian Pemuda Indonesia Center (PIC) Ahmad Rifaldi menyatakan kecaman keras dan kemarahan mendalam atas insiden memuakkan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa mahasiswa baru-baru ini. Tindakan oknum mahasiswa yang melakukan pencoretan pada sorban petugas Polisi Wanita (Polwan) bukan lagi bentuk penyampaian pendapat, melainkan tindakan biadab, nirmartabat, dan pelecehan nyata terhadap simbol keagamaan.
Kekecewaan Mendalam: Mahasiswa Kehilangan Adab dan Akal Sehat
PIC menilai insiden ini sebagai bukti nyata runtuhnya etika dan moralitas di kalangan oknum mahasiswa. Menggunakan hak demokrasi sebagai kedok untuk menyerang kehormatan pribadi dan atribut keyakinan seorang petugas adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai intelektual.
”Sangat memalukan dan menjijikkan! Jika mahasiswa yang seharusnya menjadi agen perubahan justru bertindak seperti provokator murahan yang tidak punya adab, maka mereka telah gagal total sebagai kaum terpelajar. Mencoret sorban petugas adalah tindakan pengecut yang meludahi nilai-nilai kesopanan dan toleransi di negara ini,” tegas ketua harian Pemuda Indonesia Center.
PIC menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi aksi vandalisme yang menyasar identitas keagamaan. Tindakan tersebut telah mencoreng kesucian gerakan mahasiswa dan membuktikan bahwa mereka telah kehilangan substansi perjuangan demi sekadar melakukan aksi provokatif yang dangkal.
Apresiasi Mutlak Atas Kesabaran dan Profesionalisme Polri
Di tengah serangan mental dan penghinaan simbolis tersebut, Pemuda Indonesia Center memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan dukungan tanpa kompromi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Pemuda Indonesia center secara tegas menyoroti kinerja luar biasa Polri:
– Ketangguhan Mental yang Heroik: Meski martabat dan atribut keagamaannya dilecehkan secara terbuka oleh massa yang beringas, personel Polri tetap menunjukkan kesabaran tingkat tinggi dan tidak terpancing provokasi.
– Profesionalisme Tanpa Batas: Polri membuktikan kelasnya sebagai institusi yang matang dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis di bawah tekanan tindakan mahasiswa yang tidak beradab.
– Penjaga Marwah Demokrasi: Keberhasilan Polri dalam mengamankan situasi tanpa kekerasan, meskipun dihina habis-habisan, menunjukkan bahwa Polri adalah pelindung sejati bagi segenap tumpah darah Indonesia, bahkan bagi mereka yang tidak menghargainya.
Pemuda Indonesia Center berdiri tegak bersama Polri. Kami menyatakan bahwa kehormatan petugas negara dan simbol agama adalah harga mati yang tidak boleh diinjak-injak oleh siapa pun, termasuk oknum yang bersembunyi di balik jas almamater.
”Cukup sudah narasi intelektual yang digunakan untuk menutupi perilaku barbar. Kami mendukung penuh Polri untuk tetap tegas dalam menjaga ketertiban umum dan tidak membiarkan marwah institusi serta simbol keagamaan dilecehkan oleh kelompok yang buta etika!”***
