RADAR BLAMBANGAN.COM, | Maybrat – Dalam rangka memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan mencukupi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Maybrat melalui personel Satgas Operasi Ketupat Dofior 2026 melaksanakan pemantauan dan pengecekan langsung stok BBM di sejumlah Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) yang berada di wilayah Kabupaten Maybrat, Sabtu (14/03/2026).
Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan oleh personel Satgas Gakkum, Satgas Preemtif dan Satgas Preventif pada beberapa APMS di wilayah Distrik Ayamaru, Ayamaru Timur, serta Distrik Aifat. Pemantauan ini dilakukan guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta mengantisipasi potensi kelangkaan pasca kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda enam (R6) pengangkut BBM milik PT Pertamina beberapa waktu lalu.
Di wilayah Distrik Ayamaru dan Ayamaru Timur, pengecekan dilakukan pada APMS CV. Sapa Jaya yang berada di Kampung Kambuaya dan CV. Ratu Intahdi Kampung Kartapura. Berdasarkan hasil pengecekan, stok Solar CN 48 pada kedua APMS tersebut masih dalam kondisi kosong dan diperkirakan akan kembali tersedia pada tanggal 14 hingga 15 Maret 2026 dengan harga Rp6.800 per liter. Sementara itu, stok Pertalite RON 90 masih tersedia sekitar 4.000 hingga 4.500 KL dengan harga Rp10.000 per liter, serta tambahan pasokan sekitar 5.000 KL yang dijadwalkan masuk pada hari yang sama.
Sementara itu, di wilayah Distrik Aifat pengecekan dilakukan pada tiga APMS yakni CV. Vedora di Kampung Sahbur, CV. Sinar Maybrat di Kampung Sunere, serta CV. Kamundan Mandiri di Kampung Sampika. Dari hasil pengecekan diketahui bahwa sebagian stok BBM masih tersedia, sementara sebagian lainnya masih menunggu pasokan tambahan yang dijadwalkan masuk pada tanggal 14 Maret 2026.
Selain melakukan pengecekan stok BBM, personel juga mengumpulkan informasi dari para pengelola APMS dan sopir pengantar BBM. Dari hasil pemantauan tersebut diketahui bahwa para sopir pengantar kini telah kembali beraktivitas secara normal, meskipun sebelumnya sempat merasa khawatir akibat kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan pengangkut BBM dan mengakibatkan adanya korban meninggal dunia.
Namun demikian, para pengemudi kini kembali menjalankan aktivitas distribusi dengan lebih berhati-hati dan tetap mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Secara umum, dari hasil pemantauan di lapangan tidak ditemukan adanya potensi gangguan yang signifikan terhadap distribusi BBM di wilayah Kabupaten Maybrat. Dengan demikian, potensi kelangkaan maupun kenaikan harga BBM menjelang Hari Raya Idul Fitri diperkirakan tidak akan terjadi.
Selain itu, diketahui bahwa pada H-1 Hari Raya Idul Fitri beberapa APMS kemungkinan tidak beroperasi sementara, dikarenakan sebagian karyawan merupakan penganut agama Islam yang sedang melaksanakan perayaan hari raya.
Kapolres Maybrat Kompol Ruben Obed Kbarek, s.H., S.I.K., M.H menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari langkah preventif Polres Maybrat dalam menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Dofior 2026.
“Polres Maybrat terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Maybrat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan BBM,” ujar Kapolres.
Melalui kegiatan ini, Polres Maybrat memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar guna mendukung aktivitas masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Dofior 2026.
(Tim umas Polres Maybrat/Red)
