RADAR BLAMBANGAN.COM, |
Pers Nasional, merupakan salah satu elemen masyarakat yang turut bertugas sebagai penjaga etika dan moral bangsa. Pers dapat juga dianggap sebagai sinyal/alert system untuk memberikan informasi yang dapat mencerdaskan bangsa terhadap terhadap sikap kritis atas sesuatu yang dianggap terjadi apakah terjadi pergeseran ataupun dispute permasalahan, jika pers menyajikan objektifitas dan netralitas. Masyarakat merasakan pers nasional, turut memberikan sumbangsih keilmuwan sebagai pilar pembentukan masyarakat yang cerdas dan kritis.
Ditengah gesekan antara kemampuan pers nasional yang seharusnya memberikan narasi objektif dan netralitas, dengan perubahan paradigma kondisi politik dan kekuasaan. Seakan memberikan kondisi polarisasi antara dukung mendukung gerbong kekuasaan dan potensi keterbelahan kondisi sosial berbangsa dan bernegara. Kondisi ekonomi yang semakin sulit dan pragmatis, seakan turut menggerogoti rasa idealisme dan nasionalisme yang seharusnya dimiliki pada setuap jiwa insan pers.
Pers nasional, juga sangat dipengaruhi oleh kondisi perpolitikan nasional. Kekuatan politik sudah menjadi propaganda, bahwa strategi untuk menjadi langgenggnya kekuasaan, paradigma yang terjadi elemen pers nasional, juga hurus dimanfaatkan sebagai “media darling” pihak penguasa, framing-framing tertentu, sebagai counter attack supaya narasi yang berkembang, dapat diredam supaya tidak berkembang yang berakibat rezim berganti.
Insan pers yang yang menyuarakan kebenaran dan keadilan, akan banyak menerima pembatasan dan perlawanan dari situasi penekanan dan bahkan intimidasi pihak penguasa yang berkongsi dengan para “perampok” sumber daya alam bangsa. insan pers juga dihadapkan pada kondisi lemahnya penegakan hukum dan tidak independennya alat negara, dalam menyikapi adanya ketidakadilan dan sangat merugikan masyarakat luas, alih-alih pers nasional, sebagai mitra dalam penegakan kepastian hukum ditengah masyarakat, justru terjebak pada permainan yang menciderai rasa keadilan.
Sebagai pilar penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara, pers nasional juga turut serta meletakkan pondasi dasar etika dan moral. Kaum pers adalah masyatakat yang kritis dan cerdas. Jiwa penasaran dalam investigatif untuk mencari substansi titik kebenaran, adalah naluri yang tidak semua insan lainnya dapat berani mengambil peran tersebut. Layaknya seperti juga peran para hakim, yang menggali data fakta dipersidangan, sampai putusan yang dijatuhkan harus memenuhi rasa keadilan. Perbedaannya kalau hakim dijamin kehidupan oleh pemerintah/negara, sedangkan insan pers, harus mengedepankan sisi kebahagian hidup bukan pada materi dan penghargaan pahlawan etik dan moral, sebagai sisi pejuang yang menegakkan kebenaran keadilan tanpa litigasi, namun tajam karena pena dan sebuah karya tulis.
Selamat memperingati Hari Pers Nasional 2026, etika dan moralitas bangsa juga ada pada peran serta insan pers yang mewarisi sisi jiwa para pejuang dan pahlawan bangsa. Pers yang objektif dan berani, akan menjadi modal majunya peradaban dan kondisi bangsa yang menjunjung harkat marrabatnya. Selamat Hari Pers Nasional.
