RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Sebuah rumah semi permanen milik Abdul Rohim (43) di Dusun Segobang Timur, RT 001/RW 003, Desa Segobang, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dilalap si jago merah pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Sapi’i (55), warga setempat yang mendengar suara seperti percikan api usai makan sore. Saat keluar rumah untuk memastikan sumber suara, ia terkejut melihat api sudah membesar dari bagian dalam rumah tetangganya. Ia segera meminta bantuan Achmad Riza (59) dan warga sekitar. Teriakan kebakaran pun memecah suasana sore itu.
Warga berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya sambil menghubungi Pusat Panggilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi. Laporan masuk pukul 17.26 WIB dan hanya berselang tiga menit kemudian, petugas langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 15,8 kilometer.
Tiga unit armada pemadam, yakni Ayaax 03, Fire Doome 04, dan Fire Doome 05, dikerahkan bersama 11 personel dari Regu Brama 2, Regu Brama 1, Humas, dan Redkar. Tiba di lokasi pukul 17.53 WIB, petugas segera menggelar lima roll selang dan melakukan pemadaman menggunakan satu nozzle yang difokuskan pada titik api di bagian tengah bangunan.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 18.10 WIB. Namun, petugas tetap melakukan proses pendinginan dan pembongkaran material yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang dapat memicu kebakaran ulang. Penanganan dinyatakan selesai pukul 18.43 WIB.
Dari hasil asesmen di lapangan, diketahui saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Abdul Rohim sedang bekerja di Bali, sementara istrinya, Wagimah, berada di rumah tetangga. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di kamar tidur yang menyambar kasur dan dengan cepat merambat ke bagian lain rumah. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu, bambu, dan triplek membuat api cepat membesar.
Tidak ada korban meninggal maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp75 juta, meliputi bangunan rumah, lemari, kasur, peralatan elektronik, serta perabotan dapur.
Kehadiran TNI dan warga sekitar turut membantu proses pengamanan dan evakuasi di lokasi kejadian. Semangat kebersamaan terlihat jelas, sejalan dengan moto Damkarmat Banyuwangi, “Pantang Pulang Sebelum Api Padam.”
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan dengan material mudah terbakar, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***
