RADAR BLAMBANGAN.COM, | Bondowoso – Ketika keluhan masyarakat tentang jalan berlubang terus bermunculan dan belum juga mendapat penanganan, warga Kecamatan Pujer memilih bergerak sendiri.
Melalui Komunitas SIGAP (Aksi Cepat Tanggap) Pujer, sejumlah titik jalan berlubang akhirnya ditambal secara swadaya demi keselamatan pengguna jalan.
Aksi sosial tersebut diinisiasi oleh Komunitas SIGAP Pujer yang dipimpin Saiful Bahri.
Kegiatan tambal sulam dilakukan dengan dukungan dana pribadi dari H. Agus, owner Showroom Rara Mobil Pujer, serta partisipasi masyarakat yang peduli terhadap kondisi jalan di wilayah tersebut. Rabu, (10/3/2026)
Ketua SIGAP Pujer, Saiful Bahri, mengatakan langkah ini dilakukan karena kondisi jalan yang rusak sudah menimbulkan banyak keluhan dari warga. Bahkan tidak sedikit pengendara yang terjatuh akibat lubang di beberapa titik jalan.
“Ini murni demi keselamatan masyarakat. Banyak warga yang sudah jatuh karena jalan berlubang. Daripada menunggu terlalu lama, kami bersama teman-teman SIGAP berinisiatif menambal jalan secara swadaya,” ujar Saiful Bahri.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan untuk mencari perhatian, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
Sementara itu, Wakil SIGAP Pujer, Priyo Murtiono, menambahkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Seluruh biaya berasal dari kepedulian pribadi dan dukungan masyarakat.
“Kami tidak menunggu APBD. Keluhan masyarakat sudah terlalu banyak dan sudah ada yang menjadi korban jatuh. Untuk sementara kami bergerak cepat menggunakan dana pribadi dari H. Agus, owner Rara Mobil Pujer, serta bantuan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Priyo, apa yang dilakukan SIGAP hanyalah solusi sementara agar risiko kecelakaan bisa diminimalisir. Ia berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan permanen.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat masih sangat kuat. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa infrastruktur dasar seperti jalan semestinya tidak sampai membuat warga harus turun tangan sendiri untuk memperbaikinya,***
