RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi kembali menegaskan kiprahnya di panggung global. Melalui Cordoba Annual Conference 2026 yang digelar secara daring, Rabu (11/02/2026), kampus tersebut sukses menghadirkan forum ilmiah internasional yang mempertemukan 61 pembicara dari 19 institusi dan diikuti 235 peserta dari lima negara.
Konferensi ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga ruang strategis merumuskan peran generasi muda dalam membangun peradaban berkelanjutan di tengah derasnya arus revolusi digital.
Peserta yang bergabung berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pemerhati pendidikan, pimpinan lembaga pendidikan, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, hingga mahasiswa. Forum ini menjadi wadah dialog ilmiah lintas disiplin dan lintas negara yang membahas integrasi pendidikan Islam, ketahanan ekonomi, dakwah humanistik berbasis Al-Qur’an, hingga transformasi digital dalam satu kerangka peradaban yang utuh.
Rektor UI Cordoba, Prof. Agus Trihartono, Ph.D., menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam pembangunan peradaban masa depan.
“Revolusi digital tidak boleh berjalan tanpa fondasi nilai. Teknologi harus dibarengi integritas. Pendidikan tidak cukup melahirkan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter dan kepemimpinan moral. Ekonomi pun harus tumbuh secara inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.
Menurut Agus, kesamaan perspektif juga disampaikan para akademisi dari Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Australia yang hadir sebagai pembicara. Mereka menilai perkembangan teknologi harus tetap berpijak pada nilai-nilai etis dan spiritual.
Assoc. Prof. Dr. Mohd Badrol bin Awang dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Malaysia, menekankan pentingnya pendidikan Islam yang berlandaskan adab, integritas, serta kepemimpinan moral generasi muda sebagai fondasi menghadapi tantangan global.
Konferensi ini turut menghadirkan sejumlah pembicara internasional lainnya, seperti Dr. Nico Irawan, Ph.D. (Thailand), Hastowohadi, M.Pd. (Taiwan), Hanifa Rahmawati, M.Appling. (Australia), serta Moh. Faidol Juddi, S.I.Kom., M.I.Kom. (Australia).
Melalui agenda tahunan ini, UI Cordoba berkomitmen memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan pendidikan Islam, riset, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, hingga global.
“Kualitas akademik tidak ditentukan oleh lokasi geografis, melainkan oleh komitmen terhadap kolaborasi dan integritas,” ujar Agus.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas presentasi dan kedalaman substansi ilmiah, panitia menetapkan enam peserta sebagai Best Speaker, yakni Fiona Adella binti Ardeni (UNISZA Malaysia), Khairul Hadi (UIN Sunan Kalijaga), Ali Fahrizal dan Panggih Widodo (Universitas PTIQ Jakarta), Angelica Sekare Vijjaningrum (UI Cordoba Banyuwangi), serta Ainus Sicha (UIT Lirboyo Kediri).
Konferensi ini menjadi bukti bahwa dari Banyuwangi, gagasan global tentang masa depan peradaban terus digelorakan.***
