RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banjarmasin – Rekaman video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan di kawasan Jalan Sungai Jingah, tepatnya di belakang Kubah Guru Zuhdi, Gang Jamaluddin 3, Banjarmasin, ramai beredar di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp warga.
Dalam video yang viral tersebut terlihat seorang pria tergeletak di atas aspal jalan. Seorang pria lainnya tampak memukulnya menggunakan balok kayu. Sementara itu, dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi juga terlihat beberapa pemuda mendatangi sebuah rumah yang berada di kawasan tersebut.
Penelusuran di lokasi kejadian menunjukkan bahwa peristiwa tersebut memang benar terjadi beberapa hari sebelumnya. Penghuni rumah yang terlihat dalam rekaman CCTV juga membenarkan adanya keributan di tempat tersebut.
Wildan, salah satu saksi sekaligus pihak yang merekam video yang kemudian beredar di media sosial, menjelaskan bahwa rekaman tersebut dibuat langsung di lokasi kejadian sebagai dokumentasi atas insiden yang terjadi saat itu.
“Video itu memang direkam oleh kami yang ada di lokasi. Tujuannya sebagai bukti saat keributan terjadi,” ujar Wildan.
Sementara itu, saksi lainnya, Febri, menuturkan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Selasa malam (10/3/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu ia bersama beberapa rekannya sedang berada di luar rumah ketika terjadi cekcok dengan seorang pria yang melintas di kawasan tersebut.
Situasi kemudian memanas setelah pria tersebut kembali datang bersama sejumlah orang lainnya.
“Ketika kami sampai di tempat dia, ternyata sudah ramai bersama kawan atau keluarganya. Ada yang memegang balok dan ada juga yang terlihat membawa parang, tetapi masih berada di dalam sarung,” kata Febri.
Keributan pun tak terhindarkan. Dalam kejadian tersebut, salah satu rekan mereka bernama Muh Faturrahman terjatuh setelah terkena pukulan balok hingga mengalami luka sobek di bagian dahi.
Usai insiden tersebut, Febri bersama teman-temannya kembali ke rumah. Namun tak lama kemudian, sekitar tujuh orang kembali datang ke lokasi rumah tersebut.
“Mereka datang lagi sekitar tujuh orang dan sempat menantang,” lanjutnya.
Peristiwa ini diketahui telah sampai ke pihak kepolisian dari Polresta Banjarmasin yang sebelumnya juga sempat mendatangi lokasi kejadian.
Meski sempat membuat warga geger setelah videonya menyebar luas di media sosial, para saksi berharap situasi tetap kondusif dan masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar.
Penulis: Muhammad Wahyu
