RADAR BLAMBANGAN.COM, | Surabaya – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Tahun Baru Imlek di Jawa Timur. Di tengah kemeriahan yang sarat makna tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat toleransi dan menjaga harmoni, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Menurut Khofifah, Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun bagi umat Konghucu, melainkan juga momentum refleksi bersama tentang pentingnya persaudaraan, gotong royong, dan saling menghargai perbedaan. Ia menilai, keberagaman di Jawa Timur adalah kekuatan besar yang harus dirawat dengan hati dan ketulusan.
“Jawa Timur dibangun di atas fondasi kebhinekaan. Setiap perayaan keagamaan adalah ruang untuk mempererat silaturahmi, bukan hanya antarumat seagama, tetapi juga lintas iman,” ujarnya dalam suasana penuh keakraban.
Khofifah menekankan, menjelang Ramadan, semangat toleransi perlu semakin diperkuat. Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa, sekaligus menjaga suasana kondusif agar seluruh warga dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan tenang dan nyaman.
Baginya, harmoni sosial bukan sesuatu yang hadir begitu saja, melainkan hasil dari komitmen bersama untuk saling memahami. Ia juga mengapresiasi peran tokoh agama dan tokoh masyarakat yang selama ini konsisten merawat kerukunan di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Semangat Imlek yang membawa harapan baru kiranya menjadi energi positif bagi kita semua. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih, saling menghargai, dan terus memperkuat persaudaraan,” tambahnya.
Di akhir pesannya, Khofifah berharap Jawa Timur senantiasa menjadi rumah yang damai bagi seluruh warganya. Dalam keberagaman yang terjaga, ia optimistis masyarakat akan semakin solid menghadapi berbagai tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik bersama.***
