RADAR BLAMBANGAN.COM, | MOJOKERTO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Jembatan Bubak di Kabupaten Mojokerto sebagai bagian dari penguatan konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Peresmian jembatan tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi simbol hadirnya negara dalam membuka isolasi akses warga. Jembatan Bubak kini menjadi penghubung vital antarpermukiman dan jalur distribusi hasil pertanian serta usaha mikro masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
“Jembatan ini bukan hanya menyambungkan dua wilayah, tetapi menyambungkan harapan masyarakat untuk ekonomi yang lebih kuat,” ujarnya.
Dorong Perputaran Ekonomi Lokal
Sebelum jembatan ini berdiri kokoh, warga harus memutar cukup jauh untuk menjangkau pasar, sekolah, maupun fasilitas kesehatan. Kini, mobilitas menjadi lebih cepat, efisien, dan aman.
Akses yang lebih terbuka diproyeksikan mendorong:
Distribusi hasil pertanian lebih lancar
Biaya transportasi warga menurun
Pertumbuhan UMKM lokal meningkat
Potensi investasi desa semakin terbuka
Para petani dan pelaku usaha kecil menyambut positif keberadaan jembatan tersebut. Mereka menilai pembangunan ini akan mempercepat arus barang sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Infrastruktur sebagai Fondasi Pemerataan
Pemprov Jatim terus menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pemerataan ekonomi antarwilayah. Mojokerto yang memiliki potensi pertanian, perdagangan, dan wisata desa dinilai membutuhkan konektivitas yang memadai agar potensi tersebut tidak stagnan.
Dengan diresmikannya Jembatan Bubak, masyarakat kini memiliki akses yang lebih representatif, sekaligus memperkuat integrasi kawasan pedesaan dengan pusat ekonomi kabupaten.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada kota besar, tetapi juga menjangkau desa-desa yang menjadi denyut nadi perekonomian daerah.***
(Mahmudah)
