RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Video seorang wartawan yang tidak tercatat dalam daftar reservasi tamu undangan pada kegiatan buka puasa bersama Polresta dan insan pers di Banyuwangi beredar luas di grup WhatsApp dan media sosial, Kamis (5/3/2026). Peristiwa tersebut memicu beragam respons dari kalangan jurnalis hingga aktivis daerah.
Diketahui, kegiatan buka bersama itu digelar oleh jajaran Polresta Banyuwangi dan dihadiri sejumlah insan pers. Dalam video yang beredar, tampak seorang wartawan yang tidak tercantum dalam daftar undangan tidak dapat memasuki lokasi acara karena alasan administrasi.
Menanggapi polemik tersebut, wartawan yang bersangkutan, Mohammad Amin, menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka. Ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan untuk memicu kegaduhan.
Melalui akun TikTok pribadinya, Amin mengakui datang ke lokasi tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada panitia penyelenggara.
“Saya datang memang tidak menghubungi panitia sebelumnya. Itu spontanitas saya karena ingin bertemu Kapolresta,” ujarnya.
Ia juga menyatakan menerima sepenuhnya keputusan panitia yang berpegang pada daftar reservasi tamu undangan. Menurutnya, persoalan tersebut murni kesalahpahaman teknis dan bukan bentuk penolakan terhadap profesi atau individu tertentu.
Di sisi lain, sejumlah tanggapan bermunculan dari kalangan jurnalis. Sebagian menilai kejadian itu sebatas persoalan teknis pendataan undangan yang bisa terjadi dalam setiap kegiatan berskala besar. Namun, ada pula yang mendorong agar ke depan komunikasi antara penyelenggara dan insan pers diperkuat, sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif di ruang publik.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa koordinasi dan komunikasi yang jelas sangat penting dalam setiap kegiatan resmi yang melibatkan banyak pihak, terlebih antara institusi publik dan media.
Transparansi serta keterbukaan diharapkan tetap menjadi prinsip utama demi menjaga hubungan baik dan profesionalitas kedua belah pihak.***
