RADAR BLAMBANGAN.COM, | JEMBER – Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Ibnu Baqir, menggelar kegiatan reses Masa Sidang I Tahun 2026 bersama masyarakat pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Madrasah Nurul Hidayah Asy-Syafi’iyah, Desa Sempolan, Kecamatan Silo, dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Selanjutnya sambutan disampaikan oleh tuan rumah, Zainal Arifin, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan reses tersebut di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Zainal Arifin berharap kegiatan reses ini dapat menjadi wadah komunikasi yang baik antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah Desa Sempolan dapat tersampaikan secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Ibnu Baqir yang akrab disapa Lora atau Gus Iben menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna mendengarkan aspirasi dan mengetahui secara nyata kondisi yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Jember.
“Melalui kegiatan reses ini kami ingin mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan kami perjuangkan agar dapat menjadi perhatian dalam program pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Gus Iben juga menyoroti bahwa sebagian besar masyarakat di wilayah Daerah Pemilihan IV yang meliputi Kecamatan Mumbulsari, Mayang, Silo, dan Tempurejo menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kelompok tani memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian. Kelompok tani tidak hanya menjadi wadah administratif untuk mengakses bantuan, tetapi juga sebagai sarana bagi para petani untuk saling belajar, mengembangkan usaha pertanian, serta mendapatkan akses pendampingan dan permodalan.
Memasuki sesi dialog dan serap aspirasi, masyarakat yang hadir yang terdiri dari para petani, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kelompok Muslimat menyampaikan berbagai usulan dan permasalahan yang dihadapi di wilayah mereka.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan ketersediaan pupuk subsidi yang dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan petani di wilayah Desa Sempolan.
Para petani berharap distribusi pupuk subsidi dapat lebih diperhatikan agar kebutuhan pertanian dapat terpenuhi dengan baik.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan adanya dukungan permodalan bagi kelompok tani agar mampu mengembangkan usaha pertanian secara lebih maksimal dan meningkatkan produktivitas pertanian di desa.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur desa, seperti kebutuhan penerangan jalan serta perbaikan sejumlah ruas jalan yang dinilai masih memerlukan perhatian agar dapat menunjang aktivitas masyarakat dengan lebih baik.
Tidak hanya itu, perwakilan kelompok Muslimat Aisyah juga menyampaikan harapan agar kegiatan dan keberadaan kelompok mereka turut mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gus Iben menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan dibawa dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Jember untuk diperjuangkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana dialog yang terbuka dan penuh keakraban.
Kegiatan kemudian ditutup dengan kebersamaan berbuka puasa bersama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di bulan suci Ramadan, sekaligus mempererat silaturahmi antara masyarakat dan wakil rakyat.
Penulis: Doni Sandika/Amin.
