RADAR BLAMBANGAN.COM, | Palu – Sosok Agus, yang dikenal sebagai mantan Ketua PWI Reformasi, kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan wartawan saat pulang kampung ke Palu, Sulawesi Tengah. Rekam jejaknya sejak masa aktivis hingga kini kembali diulas, terutama terkait karakter keras dan sikapnya yang kerap menuai kontroversi.
Dalam sebuah pertemuan di warung kopi yang dihadiri ratusan wartawan, nama Agus mencuat sebagai figur yang dikenal “paling berani” bahkan cenderung nekat saat terlibat dalam berbagai aksi di masa lalu. Sejumlah wartawan senior menyebut, sikap vokal dan temperamentalnya sudah terlihat sejak lama.
“Dulu kalau aksi, dia memang paling menonjol. Tapi justru itu yang membuatnya sulit dikendalikan,” ujar salah satu wartawan senior yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, beberapa pihak menilai bahwa pada masa itu, sosok yang dianggap mampu meredam sikap Agus adalah seorang anggota Brimob yang kini menjabat sebagai perwira tinggi, yakni Irjen Pipit. Kehadiran aparat tersebut disebut-sebut mampu menenangkan situasi ketika Agus mulai bersikap reaktif.
Belakangan, sikap serupa dinilai masih kerap muncul dalam sejumlah kesempatan. Salah satunya saat berada di kawasan tambang di Magelang, di mana ia disebut sempat menunjukkan emosi berlebih hingga menarik perhatian orang di sekitarnya.
Tak hanya itu, insiden lain juga pernah terjadi di lingkungan kepolisian. Agus disebut pernah meluapkan emosinya di depan ruang kerja Kapolda Kalimantan Timur, terkait persoalan akses masuk yang bersinggungan dengan pihak lain. Peristiwa serupa juga terjadi di Gedung Bareskrim, ketika ia terlibat adu argumen dengan seorang perwira menengah.
Dalam salah satu kejadian, ia bahkan sempat melontarkan pernyataan keras terkait klaim kedekatan seseorang dengan lingkaran pejabat tinggi Polri. Sikap tersebut kemudian memicu ketegangan di lokasi.
Beberapa bulan setelah insiden tersebut, perwira yang terlibat diketahui mengalami mutasi jabatan, meski belum dapat dipastikan keterkaitannya secara langsung dengan peristiwa itu.
Terbaru, saat menghadiri acara peletakan batu pertama gedung di Polda Sulawesi Tengah, Agus kembali menjadi sorotan. Ia disebut sempat menunjukkan ketidaksabaran ketika dimintai keterangan oleh petugas pengamanan internal, dengan menegaskan statusnya sebagai tamu undangan.
Fenomena ini kembali memunculkan beragam pandangan di kalangan jurnalis. Sebagian menilai sikap tegas dan vokal Agus sebagai bagian dari karakter aktivis, sementara lainnya menganggap perlunya pengendalian diri dalam ruang-ruang formal.
Perbincangan tentang Agus pun seakan menjadi refleksi bahwa rekam jejak masa lalu seorang tokoh publik kerap terus melekat dan menjadi sorotan, terutama ketika kembali muncul di ruang publik.***
