RADAR BLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Suasana khidmat menyelimuti Gereja PNIEL di dalam Lapas Kelas IIB Jombang pada Minggu pagi. Warga binaan yang beragama Kristiani berkumpul untuk melaksanakan ibadah peringatan Paskah dengan penuh rasa syukur. Meskipun berada di tengah masa pembinaan, semangat mereka untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus tidak luntur sehingga menciptakan atmosfer yang tenang sekaligus haru di dalam lingkungan hunian.
Ibadah dimulai dengan nyanyian pujian yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Isak tangis haru sesekali terdengar di sela-sela doa, menggambarkan refleksi mendalam atas perjalanan hidup mereka selama ini.
Dalam khotbahnya, pendeta menyampaikan pesan tentang makna pertobatan dan pemulihan diri. Paskah ditekankan bukan sekadar perayaan rutin, melainkan momentum bagi warga binaan untuk “bangkit” dari kesalahan masa lalu dan bertransformasi menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat. Pesan ini sejalan dengan tujuan pembinaan di Lapas Jombang, yakni membentuk karakter yang tangguh dan memiliki integritas moral yang baru.
Rino Soleh Sumitro selaku Kalapas Jombang melalui jajarannya menyampaikan bahwa pemberian ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan adalah bagian dari hak asasi dan elemen penting dalam proses rehabilitasi. Dengan memenuhi kebutuhan spiritual, diharapkan para warga binaan memiliki ketenangan batin yang mendukung kepatuhan mereka terhadap aturan di dalam Lapas serta mempercepat proses reintegrasi sosial mereka ke depannya.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam ini diakhiri dengan ramah tamah sederhana dan doa bersama untuk keselamatan keluarga di rumah serta kedamaian bangsa. Penjagaan ketat namun humanis dari petugas Lapas memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar.
Peringatan Paskah ini membuktikan bahwa dinding jeruji bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menemukan kedamaian spiritual dan semangat untuk memulai hidup baru yang lebih bersih. (Mahmudah)
