RADAR BLAMBANGAN.COM, | Surabaya – Di tengah ramainya aktivitas bongkar muat dan turun naik penumpang saat sandar di berbagai pelabuhan, KM Dorolonda milik PT Pelni Persero kembali menegaskan komitmennya pada pelayanan yang terbaik. Komitmen tersebut di sampaikan Capt Rommy bersama Jenang 1 Wasman dan seluruh Crew mewakili direksi PT Pelni (Persero) menyampaikan bahwa pelayanan kami tidak hanya berlaku di laut, tetapi dimulai sejak kapal merapat di dermaga.
Lanjut Jenang 1 KM Dorolonda, H. Wasman bersama Botlir Gito menjelaskan bahwa pelayanan penumpang adalah prioritas utama bagi seluruh crew setiap kali kapal sandar di pelabuhan. “Kami setiap hari selalu memperhatikan penumpang di saat sandar. Itu merupakan bukti pelayanan terbaik yang selalu kami buat untuk melayani penumpang dari berbagai pelabuhan yang disinggahi, baik itu penumpang ekonomi maupun penumpang kelas,” ujar H. Wasman di Pelabuhan Surabaya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, proses sandar adalah momen paling krusial. Di sinilah penumpang baik itu lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penumpang dengan barang bawaan banyak membutuhkan bantuan. Untuk itu, seluruh anak buah kapal dari bagian dek, kelas, hingga pelayanan service diturunkan ke area gangway dan dermaga guna membantu kelancaran.
“Kalau di laut tugasnya navigasi dan keselamatan, kalau di darat tugasnya adalah membuat penumpang merasa dihargai. Tidak ada perbedaan antara penumpang ekonomi dan kelas. Semua kami bantu dengan cara yang sama, karena mereka semua adalah tamu kami di atas kapal KM. Dorolonda,” jelasnya.
Lanjut H. Wasman mencontohkan, saat KM Dorolonda sandar di bitung akhir pekan lalu, crew KM Dorolonda ikut membantu seorang ibu yang membawa dua anak kecil dan bawaan barangnya dari sorong. Petugas kami ikut membantu dan mengarahkan jalur khusus untuk penumpang disabilitas dan menyiapkan kursi roda.
“Kami sudah terbiasa, dengan rutenya yang panjang seperti ini mulai dari Sorong-Manokwari- Nabire-serui dan Jayapura lalu kembali ke sorong, Ternate, bitung, Pantoloan, balikpapan, surabaya untuk rute A, sedangkan untuk rute B, dari Surabaya melewati, makasar, bau-bau, Namlea, Ambon, sorong sampai Jayapura. Setiap pelabuhan punya karakter penumpang berbeda, tapi prinsipnya tetap satu: pelayanan cepat, aman, dan ramah,” tambahnya.
KM Dorolonda memiliki kapasitas lebih dari 2.000 penumpang dan melayani rute perintis antarpulau yang menjadi urat nadi logistik dan mobilitas masyarakat Papua Barat Daya. Dengan durasi pelayaran yang bisa mencapai 5-10 hari, peran Crew dalam menjaga kenyamanan penumpang sangat menentukan.
Kepala PT Pelni Cabang Sorong Jhoni Rachman mengapresiasi konsistensi Crew KM Dorolonda. Ia menyebut, evaluasi pelayanan di atas kapal rutin dilakukan setiap bulan berdasarkan laporan penumpang dan petugas lapangan. “Kami ingin standar pelayanan di Sorong sama dengan di Makassar atau Surabaya. Jenang 1 H. Wasman bersama timnya sudah menjalankan itu dengan baik,” kata Jhoni.
PT Pelni sendiri saat ini tengah menjalankan program transformasi layanan 2026 yang fokus pada kebersihan kabin, ketepatan waktu sandar, dan keramahan petugas. Program itu mencakup pelatihan customer service bagi seluruh crew kapal penumpang.
Beberapa penumpang yang turun di surabaya mengaku merasakan senang dengan pelayanan di KM Dorolonda. Sebut saja ibu siti, salah satu penumpang kelas ekonomi dari Ternate dengan tujuan surabaya, mengatakan saat di atas kapal KM Dorolonda petugas selalu membantu dan mengangkat barangnya hingga ke luar saat hendak turun ke pelabuhan tujuan. “Biasanya kalau kapal lain kami harus urus sendiri. Di sini ada petugas yang bantu arahkan, bahkan tanya kami mau ke mana setelah turun,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu penumpang yang engan di sebutkan, merupakan penumpang kelas 1 tujuan Balikpapan juga menilai pelayanan di atas kapal KM Dorolonda tidak tebang pilih dan sangat bagus, kami sebagai penumpang juga mbantah tentang apa yang di sampaikan oleh media online tiktok itu tidak benar, karena kami sendiri merasakan bahwa untuk pelayanan di atas kapal Dorolonda merupakan pelayanan yang terbaik sesuai standar pelni,” Ujarnya”.
“Saya lihat petugas tetap bantu penumpang ekonomi yang bawa barang banyak. Itu jarang saya temui di kapal lain. Jadi saya merasa semuanya diperlakukan yang sama dengan baik,” katanya.
H. Wasman juga menegaskan saat di temui awak media, bahwa pelayanan yang baik tidak membutuhkan teknologi mahal, tetapi konsistensi dan empati. “Kapal boleh besar, tapi kalau petugasnya tidak peduli, maka penumpang juga tetap tidak nyaman. Untuk itu kami selalu jaga kebersamaan itu setiap hari, dan di saat kapal sandar di pelabuhan,” tutupnya.
KM Dorolonda dijadwalkan akan kembali sandar di Pelabuhan Sorong pada 28 Mei 2026 dengan rute dari Surabaya. Pihak Pelni mengimbau calon penumpang untuk membeli tiket melalui kanal resmi agar terhindar dari calo dan mendapatkan layanan sesuai standar.
(Timo/TK)
