RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI, (9 April 2026) – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) terus menunjukkan progres masif dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan strategis di ujung timur Pulau Jawa. Hal ini ditandai dengan tibanya 6 unit Interbus Transformer (IBT) berkapasitas besar di Pelabuhan Ketapang Kabupaten Banyuwangi.
Kedatangan material utama ini menjadi tonggak penting (milestone) dalam upaya memperkuat sistem interkoneksi listrik antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Material IBT ini sebagai penompang untuk pengoperasian GITET 500 dan GI 150 kV Kalipuro. Pembangunan GITET Kalipuro dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kalipuro merupakan satu kesatuan proyek strategis nasional (PSN) yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyaluran serta menjamin kestabilan pasokan energi listrik di kedua wilayah tersebut.
General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menyatakan bahwa seluruh tim di lapangan saat ini bekerja ekstra untuk memastikan tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja (K3).
“Tibanya 6 unit IBT ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Banyuwangi. Kehadiran peralatan ini sangat krusial bagi GITET Kalipuro karena berfungsi sebagai jantung yang mengatur distribusi daya besar dari sistem 500 kV ke sistem 150 kV. Kami terus berupaya memastikan seluruh rangkaian proyek ini berjalan simultan dan masif,” ujar Hendro.
Mengingat dimensi material IBT yang sangat besar dan berat, proses mobilisasi dari pelabuhan menuju lokasi pembangunan memerlukan perlakuan khusus dan penggunaan kendaraan angkut berat _(multi-axle)_ . Hal ini berpotensi menimbulkan perlambatan arus lalu lintas di jalur yang dilalui.
PT PLN (Persero) UIP JBTB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses mobilisasi berlangsung.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas potensi gangguan lalu lintas selama proses mobilisasi trafo ini. Kami telah berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian dan stakeholder yang terlibat untuk memastikan pengawalan serta pengaturan lalu lintas agar tetap aman dan terkendali. Kami mengimbau para pengendara untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambah Hendro.
Sebagai bagian tak terpisahkan dari pengembangan kompleks energi di Kalipuro, PT PLN ( Persero) menetapkan target untuk pengoperasian Gardu Induk 150 kV Kalipuro pada Januari 2027. Proyek ini akan menjadi pelengkap vital bagi GITET 500 kV Kalipuro dalam menyalurkan energi secara lebih andal dan efisien ke arah pusat beban.
Pembangunan GITET dan GI Kalipuro diharapkan dapat Menjadi tulang punggung distribusi listrik dari pembangkit di Jawa Timur menuju Pulau Bali, memastikan ketersediaan pasokan listrik bagi industri, pariwisata, dan pelabuhan di wilayah Banyuwangi, meminimalisir potensi gangguan dan meningkatkan fleksibilitas operasional sistem kelistrikan.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proyek ini dapat tuntas tepat waktu. Pengoperasian GI 150 kV Kalipuro pada Januari 2027 mendatang akan menjadi hal yang sangat penting bagi penguatan sistem kelistrikan nasional, khususnya dalam menyokong keandalan listrik di destinasi wisata dunia, Pulau Bali,” pungkas Hendro. (@dex)
