RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta, Sabtu (11/4/26) — Presiden Prabowo Subianto meluapkan kemarahannya atas masih maraknya praktik tambang ilegal di berbagai daerah. Pernyataan tegas itu disampaikan setelah dirinya menerima laporan bahwa aktivitas ilegal tersebut bukan hanya belum berhenti, tetapi justru semakin meluas.
Dengan nada kecewa, Presiden menegaskan bahwa kondisi ini mencoreng wibawa pemerintahannya. Ia mempertanyakan kinerja aparat di lapangan yang dinilai tidak sejalan dengan instruksi tegas yang telah diberikan.
“Berarti menjatuhkan harga diri saya sebagai Presiden,” ujar Prabowo singkat di hadapan awak media.
Presiden juga mengaku kebingungan atas inkonsistensi laporan dari aparat penegak hukum. Ia menyebutkan, perintah untuk memberantas tambang ilegal justru tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
“Yang saya suruh bersihkan tambang ilegal, yang dibersihkan malah yang lain,” tegasnya.
Lebih jauh, Prabowo mengungkap adanya indikasi keterlibatan oknum aparat dalam praktik ilegal tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah pihak diduga memberikan perlindungan atau “beking” terhadap aktivitas tambang ilegal, sehingga upaya penertiban menjadi terhambat.
“Mana bisa bersih kalau yang mengantar alat saja dari oknum aparat ke tambang ilegal. Ini yang harus dibuka, agar mereka sadar dan mendukung program pemerintah,” tambahnya.
Pernyataan keras Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir praktik tambang ilegal, termasuk jika melibatkan aparat negara. Penegakan hukum yang tegas dan transparan dinilai menjadi kunci untuk mengakhiri persoalan yang selama ini merugikan negara dan merusak lingkungan tersebut.***
