RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA — Komitmen mendukung institusi Polri terus ditunjukkan Agus Flores sejak era kepemimpinan Presiden Joko Widodo hingga kini di bawah Presiden Prabowo Subianto. Secara konsisten, ia mengaku aktif memonitor berbagai program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mulai dari Presisi hingga program humanis seperti Polisi Cinta Masyarakat.
Namun demikian, Agus Flores menilai implementasi di lapangan belum berjalan optimal. Ia menyoroti masih banyak laporan dan keluhan masyarakat yang tidak ditindaklanjuti oleh jajaran di tingkat bawah. Kondisi ini, menurutnya, menyebabkan berbagai persoalan mandek dan justru berdampak pada citra pimpinan Polri di tingkat pusat.
“Banyak laporan masyarakat yang tidak direspons dengan baik. Kalau ini dijalankan maksimal oleh anggota di lapangan, tidak mungkin keluhan sampai ke Kapolri,” tegasnya.
Agus Flores, yang juga dikenal aktif menjembatani komunikasi antara masyarakat dan aparat, bahkan kerap turun langsung menghadapi situasi di lapangan. Ia menyebut, upayanya tersebut bukan sekadar dukungan verbal, melainkan bentuk nyata menjaga marwah institusi Polri.
Dalam konteks pemberantasan tambang ilegal, Agus Flores mengaku ikut terjun langsung ke lokasi yang berisiko tinggi. Langkah itu diambil sebagai bentuk dukungan terhadap program Kapolri dalam menindak praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.
Ia juga kerap “pasang badan” di tengah masyarakat untuk menjaga kepercayaan publik terhadap Polri. Agus Flores menegaskan bahwa secara institusi, Polri tetap baik, namun ada oknum yang mencederai citra tersebut.
“Polisi itu bagus. Hanya oknum-oknum tertentu yang merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus Flores mengungkapkan bahwa keluhan yang terus disampaikannya kepada Kapolri bukan tanpa alasan. Ia menilai sebagian pejabat utama (PJU) kurang responsif terhadap aspirasi masyarakat, dan kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kedekatan emosional Agus Flores terhadap institusi Polri juga tidak lepas dari latar belakang keluarganya. Ia menyebut memiliki garis keturunan aparat kepolisian, baik dari pihak ayah maupun ibu. Bahkan, di lingkungan keluarganya terdapat sosok yang pernah menjabat sebagai Kapolri, serta kakeknya yang dikenal sebagai pejuang Polri asal Nusa Tenggara Timur.
Dengan latar belakang tersebut, Agus Flores menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program Kapolri agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ia berharap seluruh jajaran Polri dapat lebih responsif dan konsisten dalam menjalankan tugas demi menjaga kepercayaan publik.***
