RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Upaya memperkuat sektor pertanian terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meresmikan rumah pompa sumur bor di area persawahan Kelompok Tani Keji Beling, Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari.
Peresmian ini menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur pertanian guna menjamin ketersediaan air bagi petani, khususnya dalam menghadapi musim kemarau. Sumur bor tersebut diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas sekitar 50 hektare di wilayah setempat.
Kegiatan ini dilaksanakan di sela agenda “Bupati Ngantor di Desa” (Bunga Desa), yang menyasar sejumlah desa di Kecamatan Blimbingsari, di antaranya Desa Kaotan, Blimbingsari, dan Patoman.
Dalam keterangannya, Ipuk menegaskan bahwa keberadaan sumur bor menjadi solusi strategis dalam menjaga stabilitas produksi pertanian. Dengan suplai air yang lebih terjamin, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.
“Dengan adanya sumur bor ini, petani memiliki kepastian ketersediaan air sepanjang tahun. Ini penting untuk menjaga produktivitas dan mengantisipasi dampak musim kemarau,” ujarnya.
Pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari Program Optimasi Lahan (Oplah) yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi pertanian nasional.
Di Kabupaten Banyuwangi, program optimasi lahan tahun 2025 mencakup pengembangan lahan seluas lebih dari 1.000 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Rogojampi, Blimbingsari, dan Srono. Selain pembangunan sumur bor, program ini juga mencakup penguatan jaringan irigasi guna menunjang keberlanjutan sistem pertanian.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi optimistis sektor pertanian akan terus tumbuh dan mampu menjadi penopang utama perekonomian daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat desa.***
