RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA, – Peredaran narkoba di dalam lingkungan lapas selama ini kerap dianggap sulit diberantas. Bahkan di tengah masyarakat berkembang anggapan bahwa mafia narkoba di balik jeruji besi sudah terlalu kuat untuk disentuh hukum.
Namun, munculnya sosok yang dikenal sebagai “Agus Kuadrat” kini menjadi perbincangan publik, khususnya di Bali dan Jawa Timur. Kehadiran mereka disebut mampu mengguncang jaringan mafia bandar narkoba yang selama ini diduga bermain di balik tembok lapas.
Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, menegaskan bahwa jalur masuk narkoba ke dalam lapas, khususnya di wilayah Jawa Timur, akan diputus total tanpa kompromi.
“Dulu kalian sering menyudutkan Menteri, soal narkoba di lapas tidak akan pernah bersih. Sekarang saya akan jaga Pak Menteri. Ada yang berani memasukkan narkoba ke lapas, kami sikat. Termasuk oknum penjaga lapas juga kami sikat,” tegas Agus Flores.
Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak hanya menyasar bandar dan pengedar, tetapi juga pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung maupun pemberi akses masuk barang haram tersebut ke dalam lembaga pemasyarakatan.
Agus Flores juga mengingatkan para oknum petugas lapas agar segera bertobat dan tidak lagi bermain-main dengan jaringan narkoba yang merusak generasi bangsa.
“Termasuk napi-napi juga harus banyak bertobat. Di Jawa Timur sekitar 200 wartawan saya tugaskan memonitor peredaran narkoba. Semua dibagi di setiap daerah. Mau di lubang tikus pun saya tahu, sampai bekingnya juga saya tahu. Mulai saat ini bertobatlah, pikirkan dosa-dosa akibat meracuni generasi,” ujarnya dengan nada tegas.
Langkah pengawasan yang dilakukan bersama jaringan wartawan disebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Indonesia agar terbebas dari ancaman narkotika.
Pernyataan keras Agus Flores tersebut kini menjadi perhatian masyarakat dan memunculkan harapan baru bahwa perang melawan narkoba, termasuk di dalam lapas, dapat dilakukan secara serius dan berkelanjutan.***
