RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Blok Pelajar Politik Merdeka menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial terhadap korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh. Ketua Umum Blok Pelajar Politik Merdeka, Hikmal, memimpin langsung penyerahan bantuan logistik dan dana tunai melalui Posko Bencana Polri Presisi, Jakarta, pada Hari jumat Tanggal 2 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Hikmal menegaskan pesan penting bagi generasi muda Indonesia. Di tengah riuhnya arus informasi dan polarisasi di media sosial, ia mengajak anak muda untuk kembali ke khittah pengabdian masyarakat.
”Tugas anak-anak muda hari ini adalah menebar kebermanfaatan dan berbuat kebaikan, bukan sibuk menghujat atau sekadar mengkritik tanpa solusi. Bencana di Sumatera dan Aceh adalah duka kita bersama, dan aksi nyata adalah jawaban terbaik,” tegas Hikmal saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Rincian Bantuan Kemanusiaan
Bantuan yang dikumpulkan secara kolektif ini mencakup kebutuhan pokok yang sangat mendesak bagi para pengungsi, antara lain:
Dana Tunai: Sebesar Rp15.166.000,- untuk operasional penanganan bencana.
Kebutuhan Pangan:
77 Kg Gula Pasir.
77 Liter Minyak Goreng.
385 Bungkus Mie Instan (77 pack x 5).
69 Renceng Kopi (345 bungkus) untuk kebutuhan di posko pengungsian.
Kebutuhan Sandang: 33 Pack pakaian layak pakai untuk anak-anak dan dewasa.
Sinergi dengan Polri Presisi
Pemilihan Posko Bencana Polri Presisi sebagai mitra penyaluran bantuan didasari oleh sistem distribusi Polri yang dinilai cepat, aman, dan mampu menjangkau titik-titik terdalam di lokasi bencana.
Himal menambahkan bahwa gerakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi organisasi kepemudaan lainnya untuk fokus pada isu-isu kemanusiaan. “Kami ingin mengubah stigma bahwa pelajar politik hanya bicara kekuasaan. Hari ini kami bicara tentang kemanusiaan dan bagaimana tangan-tangan muda bisa meringankan beban sesama,” tambahnya.
Pihak Posko Bencana Polri Presisi menyambut baik inisiatif ini dan memastikan seluruh bantuan akan segera diberangkatkan menuju titik-titik pengungsian di Sumatera dan Aceh guna mempercepat pemulihan warga terdampak.***
