RADAR BLAMBANGAN.COM, | SIDOARJO, – Dr. dr. Andre Yulius, MH, CEO AMC Group sekaligus pengusaha nasional, menyampaikan pesan yang penuh makna dalam peringatan Hari Buruh Internasional. Di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah, ia mengajak semua pihak untuk tidak melupakan peran besar para pekerja yang selama ini menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi bangsa.
Dalam pernyataannya, Dr. Andre Yulius menuturkan bahwa Hari Buruh bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi yang seharusnya menyentuh nurani seluruh elemen bangsa. Ia menilai, di balik geliat pertumbuhan industri dan bisnis, terdapat kerja keras para buruh yang sering kali tidak terlihat, namun memiliki kontribusi yang sangat nyata.
“Selamat Hari Buruh Internasional. Hari ini adalah pengingat bagi kita semua, bahwa setiap capaian yang diraih perusahaan dan negara tidak lepas dari dedikasi para pekerja. Mereka adalah kekuatan yang menggerakkan roda ekonomi, dari lini paling bawah hingga ke tingkat tertinggi,” ujarnya dengan penuh penghormatan.
Ia menggambarkan sosok buruh sebagai individu-individu tangguh yang setiap hari berjuang melawan keterbatasan. Pagi hari mereka berangkat dengan harapan sederhana, menghidupi keluarga, memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak, serta menjaga keberlangsungan hidup dengan penuh tanggung jawab. Namun di balik itu, masih banyak pekerja yang menghadapi tantangan berat, mulai dari ketidakpastian kerja hingga kesejahteraan yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Sebagai seorang pengusaha, Dr. Andre Yulius menegaskan bahwa keberhasilan dunia usaha tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan pekerja. Ia menekankan bahwa hubungan antara pengusaha dan buruh harus dibangun di atas prinsip kemitraan yang adil dan saling menghargai, bukan semata hubungan kerja yang kaku dan transaksional.
“Perusahaan yang kuat bukan hanya dilihat dari besarnya keuntungan, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan para pekerjanya. Ketika buruh merasa dihargai, dilindungi, dan diperhatikan, maka loyalitas dan produktivitas akan tumbuh dengan sendirinya,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk memiliki kesadaran yang sama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia kerja. Menurutnya, memberikan upah yang layak, jaminan sosial, serta lingkungan kerja yang aman bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral.
“Buruh bukan sekadar tenaga kerja, mereka adalah manusia yang memiliki mimpi, harapan, dan keluarga yang bergantung pada mereka. Sudah sepatutnya kita menghadirkan keadilan yang nyata dalam setiap kebijakan dan keputusan,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Dr. Andre Yulius juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat regulasi dan pengawasan di sektor ketenagakerjaan, agar hak-hak pekerja benar-benar terlindungi. Ia percaya bahwa sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja adalah kunci utama dalam menciptakan iklim kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan harapan agar peringatan Hari Buruh tahun ini tidak hanya berhenti pada ucapan, tetapi mampu menjadi titik awal perubahan nyata menuju kesejahteraan yang lebih merata.
“Semoga ke depan, tidak ada lagi pekerja yang merasa diabaikan. Mari kita bangun dunia kerja yang lebih manusiawi, di mana setiap keringat dihargai dan setiap usaha mendapatkan balasan yang layak,” pungkasnya.
Peringatan Hari Buruh kali ini pun menjadi lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Ia menjelma menjadi cermin bagi seluruh bangsa, bahwa di balik kemajuan yang dibanggakan, ada perjuangan panjang para buruh yang harus terus diperjuangkan hak dan kesejahteraannya.
(Redho Fitriyadi)
