RADAR BLAMBANGAN.COM, | Aimas, – Tim Pencegahan Satgaswil Papua Barat Densus 88 AT Polri menggelar sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungan pelajar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Muhammadiyah Aimas, Kabupaten Sorong, pada Jumat (10/7/2026).
Acara yang diikuti sekitar 80 siswa-siswi baru ini dibuka langsung oleh Kasatgaswil Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan wawasan kebangsaan yang kuat di era digital.
“Pelajar adalah agen perubahan. Kalian memiliki tanggung jawab moral untuk membawa pesan perdamaian dan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan nilai Pancasila serta semangat kebhinekaan,” ujar tim pemateri di hadapan puluhan siswa yang antusias menyimak jalannya acara sejak pukul 10.00 WIT.
Mengusung tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Lingkungan Pelajar”, sosialisasi dikemas secara interaktif dan komunikatif. Fokus utama tim adalah membedah bahaya laten penyebaran paham radikal yang kini masif menyusup lewat media sosial.
Dalam pemaparannya, Narasumber Briptu Halim Hanafi, mengupas tuntas ciri-ciri awal munculnya sikap intoleran. Ia mengajak para siswa untuk memperkuat karakter, meningkatkan literasi digital, dan menumbuhkan sikap moderat di sekolah.
“Pelajar adalah agen perubahan. Kalian memiliki tanggung jawab moral untuk membawa pesan perdamaian dan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan nilai Pancasila serta semangat kebhinekaan,” tegasnya.
Langkah preventif Densus 88 ini mendapat apresiasi penuh dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Aimas, Bapak Sobirin, S.Pd., menilai pembekalan ini sangat memberikan panduan praktis bagi murid agar lebih bijak menyaring informasi di dunia maya. Tak sekadar mendengarkan, para siswa juga aktif menghidupkan suasana lewat sesi tanya jawab dan diskusi interaktif seputar isu kebangsaan.
Melalui sinergi kuat antara pihak sekolah dan Tim Pencegahan Satgaswil Papua Barat, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi emas Papua yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki nasionalisme yang kokoh, toleran, dan berkomitmen menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman ideologi radikal. (Timo)
