RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANGLI – Pesona Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, seolah tak pernah pudar. Deretan rumah tradisional yang tertata rapi, lingkungan yang bersih, serta kearifan lokal yang tetap terjaga terus menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Desa Wisata Penglipuran berhasil mencatatkan kunjungan sebanyak 308.444 wisatawan, menjadi bukti bahwa destinasi berbasis budaya dan pelestarian lingkungan masih menjadi pilihan utama di tengah berkembangnya berbagai objek wisata modern.
Pengelola Desa Wisata Penglipuran terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga kualitas pengelolaan kawasan. Upaya tersebut meliputi pelestarian adat dan budaya, menjaga daya dukung lingkungan, hingga meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi setiap pengunjung.
Komitmen tersebut menjadi kunci agar Penglipuran tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga tetap lestari sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia yang dikenal dengan keasrian, kebersihan, serta tata ruang tradisional yang khas.
Dengan konsistensi menjaga identitas budaya dan kelestarian alam, Penglipuran diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada paruh kedua tahun 2026, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang mengedepankan harmoni antara manusia, budaya, dan lingkungan. (Cinta)
