RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Banyuwangi kembali mencetak sejarah di bidang pelayanan publik. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin secara resmi meluncurkan Oasis Wangi (Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi), layanan konsultasi kesehatan berbasis WhatsApp yang beroperasi 24 jam tanpa henti, Sabtu (18/7/2026).
Peluncuran inovasi digital ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan dapat diakses kapan saja oleh masyarakat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan tersebut. Menurutnya, digitalisasi pelayanan kesehatan yang dilakukan Banyuwangi merupakan langkah visioner yang belum banyak dilakukan pemerintah daerah di Indonesia.
“Digitalisasi yang dilakukan di Banyuwangi ini luar biasa. Ini merupakan langkah cerdas untuk melakukan tindakan preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Menkes.
Bahkan, Budi menilai tidak semua daerah memiliki komitmen pelayanan publik seperti Banyuwangi. Ia menyebut inovasi seperti Oasis Wangi tidak mudah direplikasi tanpa adanya kepemimpinan daerah yang memiliki visi kuat.
“Kita perlu kepala daerah seperti Bupati Ipuk ini untuk bisa mempercepat layanan seperti ini ke seluruh Indonesia,” puji Menkes.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, Oasis Wangi lahir dari pengembangan kerja sama Pemkab Banyuwangi dengan Noora Health, lembaga kesehatan internasional yang selama ini memberikan pelatihan bagi pendamping kesehatan keluarga.
Jika sebelumnya layanan pendampingan hanya berlangsung pada jam kerja, kini masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan kapan pun melalui WhatsApp.
“Cukup melalui WhatsApp, warga bisa menanyakan berbagai informasi kesehatan secara real time. Mereka juga akan mendapatkan edukasi serta tips kesehatan secara berkala,” jelas Ipuk.
Melalui Oasis Wangi, masyarakat Banyuwangi maupun keluarga pasien yang sedang melakukan perawatan kini memiliki akses langsung kepada tenaga kesehatan selama 24 jam, sehingga berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani lebih cepat melalui konsultasi awal.
Kolaborasi Banyuwangi dengan Noora Health yang telah dimulai sejak tahun lalu kini berkembang menjadi inovasi digital yang dinilai mampu memperkuat layanan kesehatan berbasis keluarga sekaligus mendorong upaya pencegahan penyakit.
Co-Founder dan Co-CEO Noora Health, dr. Shahed Alam, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari inovasi tersebut.
“Kami ingin memberikan dampak bagi kesehatan global. Kami memulainya di Banyuwangi dari sebuah ide sederhana yang ternyata mampu memberikan dampak besar,” ungkapnya.
Noora Health sendiri telah bermitra dengan sedikitnya 14 kabupaten/kota di Indonesia, namun Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang berhasil mengembangkan kolaborasi tersebut menjadi layanan kesehatan digital yang lebih komprehensif.
Dengan hadirnya Oasis Wangi, Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai daerah pelopor inovasi pelayanan publik. Inovasi ini bukan hanya mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, tetapi juga digadang-gadang menjadi model transformasi digital kesehatan yang berpotensi diterapkan secara nasional.(silvi)
